Hujan di luar mulai mengecil ketika Leon akhirnya berdiri dari sofa ruang tamu rumah Alena. Aroma teh hangat masih samar tercium di udara, sementara suasana di dalam rumah kecil itu entah kenapa terasa terlalu tenang untuk ditinggalkan begitu saja.“Sudah malam, Tante. Saya pamit dulu,” ucap Leon sopan sambil sedikit menundukkan kepala.“Oh iya, hati-hati di jalan ya, Nak.”Ibu Alena tetap tersenyum ramah, tetapi Leon bisa merasakan ada sesuatu yang berubah sejak kata duda keluar dari mulutnya beberapa menit lalu. Tidak terlalu jelas. Namun cukup terasa. Tatapan wanita itu menjadi lebih hati-hati. Lebih menjaga jarak dibanding sebelumnya. Dan anehnya… Leon justru menyadarinya terlalu jelas.mPadahal biasanya, ia tidak pernah peduli dengan penilaian orang lain.“Terima kasih sudah mengantar Alena,” lanjut ibu Alena sopan.“Sama-sama, Tante.”Alena ikut berdiri dari sofa sambil menggenggam ujung bajunya sendiri. “Aku antar sampai depan.”Leon hanya mengangguk pelan. Mereka berjalan berda
Mehr lesen