Share

Pertama Kali

Author: Anny Djumadi
last update publish date: 2026-09-08 18:53:19

Leon dan Alena akhirnya tiba di bandara. Semua urusan check-in sudah selesai. Koper mereka telah masuk bagasi, sementara keduanya kini duduk di ruang tunggu sambil menanti panggilan untuk naik ke pesawat.

Alena terlihat sangat berbeda dari biasanya. Matanya terus memperhatikan papan informasi penerbangan, lalu melihat pesawat yang sesekali tampak dari balik kaca besar ruang tunggu.

Leon memperhatikannya sambil tersenyum.

“Kenapa dari tadi melihat ke sana terus?”

Alena menunjuk ke arah pesawat.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Natania Linlin
bahagianya Alena ikut bahagia
goodnovel comment avatar
Lily Monika
bahagia selalu penganten baru
goodnovel comment avatar
Nia Yenada
enaknya disayang leon
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Pertama Kali

    Leon dan Alena akhirnya tiba di bandara. Semua urusan check-in sudah selesai. Koper mereka telah masuk bagasi, sementara keduanya kini duduk di ruang tunggu sambil menanti panggilan untuk naik ke pesawat.Alena terlihat sangat berbeda dari biasanya. Matanya terus memperhatikan papan informasi penerbangan, lalu melihat pesawat yang sesekali tampak dari balik kaca besar ruang tunggu.Leon memperhatikannya sambil tersenyum.“Kenapa dari tadi melihat ke sana terus?”Alena menunjuk ke arah pesawat.“Aku masih tidak percaya.”“Tidak percaya apa?”“Kalau sebentar lagi aku benar-benar naik pesawat.”Leon mengangkat alis.“Kamu belum pernah naik pesawat?”Alena menggeleng.“Belum.”Leon tampak sedikit terkejut.“Ini pertama kalinya?”“Iya.” Alena tersenyum malu. “Dulu kalau bepergian paling jauh naik kereta atau mobil. Naik pesawat belum pernah.”"Itupun waktu pindah rumah. Aku dan ibu jarang berpergian jauh."Leon menggenggam tangannya.“Berarti perjalanan pertamamu langsung ke Paris.”Alena

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Oleh-oleh

    Setelah semuanya selesai, Leon dan Alena akhirnya turun ke ruang tengah. Koper mereka sudah tersusun rapi di dekat pintu. Mereka hanya perlu sarapan sebelum berangkat ke bandara.Namun baru beberapa langkah menuruni tangga, Alena langsung berhenti. Mira sudah duduk santai di sofa.Begitu melihat keduanya, wanita itu langsung tersenyum lebar. Tatapannya berpindah dari Leon ke Alena, lalu kembali lagi kepada putranya.“Heh, kau apakan menantuku ini, Leon!” seru Mira sambil tertawa. “Kau pasti minta over limit!Alena langsung membeku.“Ma!”Leon malah santai.“Ibu jangan asal tuduh.”“Lihat wajah Alena!” Mira menunjuk menantunya. “Itu wajah orang yang habis disuruh kerja lembur!”“Bu!” wajah Alena semakin merah.Leon menahan tawa.“Alena baik-baik saja, Bu.”“Baik-baik saja bagaimana? Jalannya saja pelan begitu.”Alena langsung melirik Leon.“Itu karena…”Ia berhenti. Tidak mungkin menjelaskan penyebabnya! Mira justru semakin tertawa.“Sudahlah, sudahlah. Mama tidak perlu tahu detailnya

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Pagi Sebelum Berangkat ke Paris

    Cahaya matahari perlahan menyelinap melalui celah tirai. Alena membuka mata. Untuk beberapa detik, ia hanya memandangi langit-langit kamar sebelum tiba-tiba teringat sesuatu.Hari ini mereka akan pergi ke Paris!Alena langsung tersenyum.Ini pertama kalinya ia bepergian ke luar negeri. Ia bahkan sudah membayangkan bagaimana rasanya melihat Menara Eiffel secara langsung.Alena perlahan bangkit. Namun baru saja hendak turun dari tempat tidur, ia menyadari lengan Leon masih melingkar erat di pinggangnya.Alena tersenyum kecil.“Masih tidur…”Dengan hati-hati ia mencoba mengangkat tangan Leon agar bisa melepaskan diri. Namun baru saja berhasil menggesernya sedikit... tangan itu justru kembali menarik pinggangnya. Alena terkejut.“Eh!”Leon masih memejamkan mata.“Mau ke mana pagi-pagi?”Alena langsung tahu. Ternyata suaminya sudah bangun.“Mau siap-siap.”Leon membuka mata perlahan.“Masih terlalu pagi.”“Tapi kita harus ke bandara.”“Nanti.”“Takut terlambat.”“Masih ada waktu.”Alena me

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Malam Pertama

    Suara riuh pesta pernikahan yang sejak pagi memenuhi hidup mereka akhirnya benar-benar menghilang.Tidak ada lagi musik.Tidak ada lagi tamu.Tidak ada lagi suara Mira, Sisca dan Amara yang menggoda.Kini hanya ada Leon dan Alena.Berdua.Alena berdiri beberapa langkah dari pintu. Untuk sesaat ia hanya diam. Hari ini ia sudah resmi menjadi istri Leon. Bukan lagi calon istri. Bukan lagi kekasih. Tetapi seorang Istri.Alena menarik napas panjang. Jantungnya kembali berdebar. Leon yang sedang melepas jam tangannya memperhatikan wajahnya.“Kamu gugup?”Alena mengangguk kecil.“Sedikit.”Leon berjalan mendekat.“Capek?”“Lumayan.”“Kalau begitu kita istirahat saja.”Alena langsung mengangkat wajah.“Hah?”Leon tersenyum.“Aku tidak mau kamu merasa harus melakukan sesuatu hanya karena malam ini adalah malam pertama kita.”Alena terdiam. Ia tahu Leon memang selalu seperti itu. Tidak pernah memaksanya. Bahkan sejak mereka mulai dekat, Leon selalu memberinya waktu untuk menentukan sendiri apa

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Godaan Setelah Resepsi

    Pesta pernikahan Leon dan Alena berlangsung meriah. Gedung dipenuhi dekorasi indah, musik mengalun sepanjang acara, dan hampir seluruh orang yang mengenal mereka hadir. Rekan bisnis Leon datang. Para karyawan perusahaan juga datang. Bahkan beberapa mantan rekan kerja Alena ikut hadir untuk memberikan selamat. Malam itu benar-benar menjadi malam yang tidak terlupakan. Setelah acara utama selesai, suasana berubah lebih santai. Tamu-tamu mulai menikmati hidangan sambil berbincang. Kemudian pembawa acara kembali naik ke panggung. “Baik! Sebelum acara benar-benar selesai, kita punya satu tradisi terakhir!” Para perempuan yang belum menikah langsung bersorak. “Lempar bunga!” Alena yang berdiri di depan panggung langsung tertawa. Ia memegang buket bunga pernikahannya. Di belakangnya, beberapa perempuan sudah bersiap. Sisca bahkan sudah berada di barisan paling depan. Amara berdiri tidak jauh darinya. Sementara Dinda ikut berdiri sambil tertawa. “Jangan curang, Sis!” teriak Ama

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Hari yang Dinanti

    Akhirnya hari itu tiba.Hari yang selama berbulan-bulan hanya menjadi pembicaraan, candaan, bahkan sempat berkali-kali tertunda karena Alena selalu meminta tambahan waktu untuk menyelesaikan proyek.Kini tidak ada lagi alasan.Tidak ada lagi proyek.Tidak ada lagi kata, “Satu proyek lagi, Om.”Hari ini Alena benar-benar menjadi pengantin.Sejak pagi, rumah dan gedung pernikahan sudah dipenuhi kesibukan. Alena berada di ruang rias, sementara Ibu Alena sesekali keluar masuk memastikan semuanya berjalan lancar. Di luar ruangan, Mira bahkan lebih sibuk.“Bunganya sudah?”“Sudah, Bu.”“Foto-foto yang dipilih?”“Sudah dipasang.”“Meja keluarga?”“Sudah.”Mira mengangguk puas.“Bagus.”Kemudian tiba-tiba ia berhenti.“Oh, satu lagi.”Orang di depannya menunggu.“Mana Sisca?”Belum sempat dijawab, terdengar suara dari ujung lorong.“Bu Mira!”Sisca muncul dengan pakaian bridesmaid yang sudah rapi. Di belakangnya ada Amara. Sisca langsung menghampiri Mira.“Jangan khawatir. Semua aman.”Mira t

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Demi Bakso, Ajak Nikah

    “Berani nggak?” Alena yang sedang meniup es teh plastiknya langsung menoleh bingung ke arah teman-temannya. “Berani apa?” Tiga anak perempuan di sampingnya langsung cekikikan sambil menunjuk ke arah seberang jalan. Di depan minimarket, sebuah mobil hitam mewah baru saja berhenti. Seorang pria

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Bawa Dia ke Ruang Saya

    Sejak pagi, Alena sudah merasa tubuhnya tidak nyaman. Kepalanya terasa berat, sementara matanya sesekali berkunang setiap kali terlalu lama menatap layar komputer. Namun wanita itu tetap berusaha bekerja seperti biasa sambil sesekali meminum kopi dingin yang bahkan sudah tidak terasa efeknya.“Aduh

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Bayangan yang Mulai Mengganggu

    Hari ketiga Alena bekerja di Mahardika Group seharusnya berjalan seperti biasa. Ia sudah mulai hafal ritme divisi sales, mengenal beberapa rekan kerja, dan menyesuaikan diri dengan suasana kantor yang cepat dan kompetitif. Namun pagi itu, suasana berubah sejak sebuah pesan dari atasannya masuk ke p

  • Om Ganteng, Nikah Yuk!   Anak Baru yang Menjadi Perhatian

    Pintu ruang wawancara tertutup pelan di belakang Alena, namun detak jantungnya masih belum benar-benar stabil. Beberapa menit sebelumnya, ia baru saja bertemu kembali dengan Leon di dalam lift. Pria itu tetap sama, tampan, dingin, dan memancarkan aura yang membuat orang otomatis menjaga jarak. Dan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status