Wajah Julian tiba-tiba memerah. Bukan karena marah tapi karena malu. Iya, pria itu mendadak malu saat Tuan Halim bicara demikian. "Ohhh, Pak Halim bisa saja. Tentu saja dia cantik. Maklum, dia adalah wanita, sudah pasti cantik!" jawab Julian dengan suara terbata-bata. Tuan Halim semakin tertawa mendengar itu. Sepertinya Julian memang sedang gugup. "Pak Julian! Saya rasa Anda ini sedang mengagumi Nona Soraya. Tidak usah malu-malu, Pak. Saya bisa rasakan itu!" kata Tuan Halim. Siapa sangka, ucapan pria itu didengar oleh Ana. Wanita itu langsung berkata kepada Tuan Halim bahwa ucapan pria itu sangat tidak etis. Mengingat Julian sudah beristri. "Maaf, Pak! Sepertinya apa yang Anda katakan itu sangat tidak pantas untuk diucapkan pada suami saya. Tidak mungkin suami saya tertarik pada perempuan lain. Dia sudah punya saya, istrinya!" sahut Ana segera menengahi obrolan dua pria itu. "Ana! Kamu kenapa? Jangan lebay! Pak Halim ini tuan rumah. Jaga ucapanmu!" semprot Julian sambil membawa i
اقرأ المزيد