Dalam hitungan detik saja. Akhirnya teriakan kenikmatan dari bibir mereka berdua memenuhi ruangan itu. Sofa berwarna merah terang itu terasa basah semua oleh keringat mereka.Julian terlihat ngos-ngosan, sama halnya dengan Soraya yang juga terengah-engah. Tubuh mereka dipenuhi dengan keringat yang bercucuran. Tapi, ada sebuah kepuasan yang hakiki seakan hal itu adalah sebuah kewajiban.Jiwa dan asmara saling berhubungan. Hati tak bisa dibohongi bahwa ada chemistry yang luar biasa yang tidak bisa dipisahkan."Aku mencintaimu, Mas. Aku sangat mencintaimu!" desis Soraya disela-sela rasa lelahnya yang sangat nikmat.Julian mendengar suara Nadine di sana. Iya, pria itu tidak pernah merasa dirinya sedang bersama wanita lain, tapi ia seperti sedang berada di dalam pelukan istrinya yang begitu dicintainya."Aku juga sangat mencintaimu, Nadine. Sampai kapanpun aku akan selalu mencintaimu, kamu tak akan pernah tergantikan oleh siapa pun, termasuk Ana!" balas Julian yang masih berada di atas tub
อ่านเพิ่มเติม