Juki langsung menyangkalnya. "Bukan Emak-Emak tapi Tante-Tante!" jawab pria itu. "Tante-Tante? You kenal Tante-Tante dari mana, Jul? Ah, nih anak ada aja perkaranya ngawinin Tante-Tante. Di luar sono banyak gadis-gadis cantik malah milih Emak-Emak!" gerutu Jenny. "Bukan Emak-Emak, tapi Tante-Tante!" sahut Juki. "Ya sama aja! Sama tuanya! Tante-Tante juga seumuran Emak kita!" sahut Jenny. Sepertinya wanita itu memiliki sifat absurd seperti Juki juga. "Ya, gitu lah. Namanya Tante Nadine, umurnya sekitar empat puluh lima tahun, bodinya semok, kaya, tapi sayang dia...!" Juki tidak melanjutkan kata-katanya karena takut sang kakak meledeknya lagi. "Dia kenapa?" Jenny benar-benar penasaran. "Dia nggak cantik kayak kamu!" jawab Juki. Jenny menaikkan kedua alisnya. Wanita cantik berwajah oriental itu tertawa kecil. "Hmmmm, udah Tante-Tante dan nggak cantik lagi. Hello Julian, apa yang you pikirkan sampai-sampai you mau nikahin wanita itu! Mata you lihat apa, Dek? Udah tua dan n
Magbasa pa