"Emm, em, iya, Oma!" jawab wanita itu terpaksa. Juki sendiri juga panik, ia membayangkan hal-hal yang buruk saat bibir mereka saling bertabrakan. Ia merasa seperti ada badai yang akan menghantam wajahnya. "Sial! Nggak pernah kepikiran cium bibir istri. Tapi kalau dipikir-pikir kenapa aku malah suka sekali dengan tubuhnya? Dah lah! Nggak apa-apa. Tubuhnya saja aku mau, kenapa bibirnya enggak. Itu kan cuma kekurangan yang bisa dimaklumi. Toh, itu juga ciptaan Tuhan jadi nggak boleh menghina fisik apalagi istri sendiri!" Juki bermonolog sendiri. "Ciee, kenapa jadi bijaksana sekali Bang Juki ini, kampret!" lanjutnya sambil nyengir. Nadine sendiri mulai mendekat, langkah kakinya sedikit gemetaran. Semoga saja Juki tidak berpikiran macam-macam dan semoga saja gigi palsunya aman, dan paling penting semoga ia tidak ikut terpancing gairah ketika Juki mengecupnya. Pasalnya, Nadine bisa membuktikan bahwa ciuman suaminya semalam telah membuat dirinya tergila-gila. Untung saja Juki tidak t
Magbasa pa