Wulien tertegun. Meski samar, dia bisa mendengar dengan baik. “N–Nona... barusan... apa yang anda katakan?” Suran tersentak kaget, dia pikir tadi berbicara di dalam hati. “Aku tidak mungkin menakuti Wulien, belum tentu juga dia bisa percaya dengan apa yang aku katakan,” batin Suran. Sambil membawa Wulien menjauh dengan hati-hati, Suran mencoba menjelaskan dengan hal yang mungkin akan lebih terasa masuk akal. “Wulien, kau tau sendiri bagaimana perlakuan Ibu tiriku, Linira, Luderin, dan keluarganya padaku, kan? Memikirkan kejahatan dan kelicikan mereka, aku sempat mimpi yang sangat menakutkan, aku jadi makin benci mereka.” Wulien mendengarkan dengan seksama. Meski mungkin saja terjadi karena mimpi juga akan ada dalam setiap tidur, namun ada satu hal yang mengganggu. “Nona,” Wulien membuat langkah mereka terhenti, menatap Suran dengan tatapan yang begitu dalam, “dalam mimpi anda, bagaimana kita berakhir? Apakah saya jadi pengkhianat juga?” Mendengar pertanyaan itu, Suran
آخر تحديث : 2026-07-06 اقرأ المزيد