Dia hanya pura-pura sibuk dengan putrinya, sengaja ingin mengabaikan William hingga membuat pria itu merasa kesal. “Elia, kau lupa kewajiban mu?!” Mendengar itu, Elia terdiam sejenak, sementara Suran nampak terkejut. Rey sendiri tersenyum, namun senyum itu jelas bermakna menghina ucapan William. “Kak, barusan... bukankah kau sedikit kasar pada Kak Elia?” ujar Suran, tidak menyangka kalau kakak angkatnya memiliki sisi seperti itu. Elia menghela napas, tidak nampak emosi apapun di wajahnya, terlalu tenang dan seolah-olah apa yang terjadi barusan adalah hal yang sangat lumrah dan sering dia jalani. Elia bangkit, mengambilkan makanan untuk William, lalu mendekatkan air minumnya juga. Tidak banyak kata, hanya, “Makanlah.” Setelah itu, Elia kembali fokus dengan putrinya, menyuapkan makanan perlahan-lahan dengan telaten. William nampak menahan sesuatu, tapi pria itu memutuskan untuk tidak mengatakan apapun mengingat saat ini ada adik dan juga pengawalnya di sana. S
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-08-04 อ่านเพิ่มเติม