共有

Bab 68 Ada yang Aneh

作者: Nadira Dewy
last update 公開日: 2026-08-03 22:46:58

Keesokan paginya, sinar matahari mulai masuk melalui jendela rumah kayu milik William.

Suran yang sudah terbiasa bangun sebelum matahari terbit keluar dari kamarnya setelah merapikan pakaian. Saat melewati dapur, aroma bubur hangat dan sup kaldu ayam langsung menyambut indra penciumannya.

Di dalam dapur, Elia tampak sibuk mengaduk panci di atas tungku.

Rambut panjangnya diikat sederhana, sementara lengan bajunya digulung hingga ke batas siku.

Melihat itu, Suran langsung tersenyum. “Kak Eli
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 149 Sepenggal Cerita

    Wulien ingin mendorong pintu, tapi dia justru lebih dulu mendengar suara aneh dari orang yang ada di dalam sana. “Ahhhh...” Seketika membeku, Wulien bahkan sempat lupa bernapas untuk beberapa saat. Ia pun menggigit bibir bawahnya, mencoba menguping lebih dalam lagi suara siapa yang ada di dalam. Tidak berani masuk, bagaimanapun jelas kalau Suran tidak sedang mengeluarkan suara kesakitan. Terlalu aneh bagi Wulien sampai gadis itu hanya bisa diam membeku. “Greyson, jangan menjilat di sana! Ahhhh... hen... hentikan... ahhh...” Wulien merasakan tubuhnya merinding hebat, bahkan sampai panas dingin tak tentu. Glek... Beberapa kali ia menelan ludah hingga akhirnya menggelengkan kepalanya, lalu memutuskan untuk meninggalkan tempat itu. “Gila... apa yang dilakukan Nona Suran dan pangeran ke-9 di dalam sana? Aku... kenapa wajahku panas sekali?” Beberapa saat kemudian, Suran tengah mengatur nafasnya yang memburu, begitupun dengan Greyson. Pria itu masih di atasnya, enggan untuk

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 148 Sesuatu Terjadi

    Suran ingin melepaskan ciuman itu, menjauhkan Greyson darinya, tapi pria itu justru mencengkram erat tu ibunya, enggan untuk melepaskan. “Ugh...!” keluh Suran karena merasa sesak. Saat itulah Greyson mulai tersadar bahwa dia tidak boleh kelewatan. Dengan cepat ia melepaskan tubuh Suran, membiarkan Suran selamat dari rasa haus yang keterlaluan itu. “Maaf, maafkan aku... aku...” Greyson melepaskan pakaian luarnya, kali ini dia benar-benar berharap hal itu bisa mengurangi rasa panas yang terus muncul dari tubuhnya. Meskipun saat ini cuaca cukup dingin, hal itu sama sekali tidak bisa lagi Greyson rasakan. Suran benar-benar tercengang melihat bagaimana keadaan Greyson. Sebenarnya, yang ingin dia lakukan tadi begitu Greyson bisa sadar dan melepaskannya adalah langsung memaki pria itu, tetapi melihat bagaimana kondisinya sekarang tentu saja mustahil untuk dia lakukan. “Kau kenapa?” tanya Suran. Greyson terengah-engah, wajahnya semakin merah, matanya bahkan sampai berair.

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 146 Rencana Pangeran Ke-2

    “Greyson, bagiamana perasaan mu setelah tahu akan menikah dengan salah satu putri dari petinggi istana?” tanya sang Raja dengan ekspresi yang penuh harap seolah-olah keputusan untuk menikahkan Greyson dengan salah satu putri petinggi istana adalah hal yang begitu dia inginkan. Sejenak Greyson terdiam. Sebenarnya, dia paling tidak suka basa basi seperti ini, tapi apa boleh buat? Orang yang mengajaknya bicara memang Ayah kandungnya, tapi dibanding sosok Ayah, tentu saja dia adalah Raja yang pasti tidak menginginkan cara bicara antar anak dan Ayah. Greyson meletakkan cangkir di tangannya, menatap Raja dengan tenang dan berkata, “Perjodohan itu belum dibicarakan secara langsung dengan saya, bingung untuk merespon pasti sudah anda perkiraan, Yang Mulai.” Sang Raja tersenyum. “Putri Kirina tidak memiliki keberatan sedikitpun untuk pernikahan ini, aku harap kau juga merasakan yang sama.” Pangeran ke-6 tersenyum dengan ekspresi mengejek pada Greyson. “Mau sok jual mahal? Sadarlah de

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 145 Kesempatan Baru

    Sejak Greyson mengutarakan keinginannya untuk menikah, pikirannya terus dipenuhi berbagai pertanyaan. Pria itu bahkan sudah memintanya memberikan jawaban. Namun Suran belum mampu mengatakannya. Ia masih membutuhkan waktu. Bukan karena dirinya membenci Greyson, justru sebaliknya, Suran mulai menyadari bahwa perasaannya terhadap pria itu sudah jauh berbeda dari sebelumnya. Hanya saja, bayangan masa lalu masih terlalu kuat. Pernikahan. Kata itu saja sudah cukup membuat hati Suran terasa berat. Di kehidupan sebelumnya, pernikahan justru menjadi awal dari kehancurannya, ia pernah memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada seseorang, dan sebagai balasannya, ia mendapatkan pengkhianatan. Suran menghela napas. “Aku tidak ingin mengulang kesalahan yang sama.” Namun kali ini ada sesuatu yang membuatnya penasaran. Greyson. Suran kemudian mulai mencari tahu lebih banyak tentang Pangeran Kesembilan. Ia meminta orang kepercayaannya mengumpulkan informasi sebanyak mungkin. Ha

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 144 Tidak Bisa Menunggu

    Suran mengerutkan keningnya. “Kau... kau... bocah yang tinggal di bilik terpencil istana? Kau yang selalu diam di atas pohon dan hanya melihat dari atas sana?”Greyson tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. “Iya, itu aku. Hari itu adalah hari paling mengejutkan dan berkesan bagiku. Pertama kali akua melihat wajah gadis kecil yang sangat cantik, tapi senyumnya juga jauh lebih cantik. Saat itu, matamu benar-benar memiliki binar yang cerah seolah tidak akan ada kegelapan di hidup mu.”Suran tidak mengatakan apapun, saat itu dia masih anak-anak, tentu saja semua yang dia ekspresikan adalah nyata, dan polos. “Sejak saat itu aku selalu berusaha untuk melihatmu walaupun harus dari jarak kejauhan.”Kali ini, Suran pun mulai merasa penasaran. “Lalu, semua yang terjadi belakangan ini... apa kau juga yang sengaja merencanakannya? Maksudku... pertemuan kita dan bagaimana kita akhirnya bisa dibilang agak akrab.”Greyson tertawa ringan, namun dia menjawab dengan serius. “Iya. Aku sengaja menjadi

  • Takdir sang Nona Pewaris   Bab 143 Menikah Denganku

    Di ambang pintu Rey tersenyum. Pria itu sudah percaya diri tidak menggunakan topeng di hadapan Suran lagi. “Aku hanya merindukan mu, jadi aku tidak tahan lagi, dan memutuskan untuk segera datang,” jawab Rey. Suran membuang napas berat, bola matanya berputar jengah. “Omong kosong mu sudah selesai? Aku benar-benar tidak menyangka kalau kediaman Hideria bisa membuat mu keluar masuk sesuka hati.”Tidak nampak menyesal, Rey justru tersenyum lebar klau berjalan mendekati Suran. Ia duduk nyaman di seberang meja, menatap gadis itu dengan perasaan nyaman. “Beberapa waktu terakhir ini aku sibuk dengan berbagai macam hal, terutama melindungi mu dari pangeran ke 6. Kau benar-benar akan bersikap sinis seperti ini setelah apa yang aku lakukan untuk mu?”Sejenak Suran terdiam. Memang benar belakangan ini dia mengetahui pergerakan pangeran ke-6, mulai dari ingin memfitnah Suran, menyebarkan gosip tentang hubungan mereka, dan berbagai macam cara yang bahkan sampai mengarah pada kekerasan secara men

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status