Jebakan itu ternyata benar-benar dipersiapkan dengan sempurna.Begitu kembali ke vila, Tala hanya terpaku di ambang pintu. Semua barang Amika sudah lenyap. Koper, toiletries, bahkan tas-tas kecilnya sudah tidak ada. Hanya satu medium bag milik Amika yang masih tertinggal di sudut kamar, seolah sengaja dilupakan.Sebagai gantinya, ada satu koper milik Geza. Tala menatapnya tak percaya.“Serius?”Belum selesai rasa kesalnya, matanya berkeliling dan menemukan hal lain yang jauh lebih mencurigakan.Vila itu sudah berubah.Lampu-lampu dibuat lebih temaram dan hangat. Beberapa lilin menyala di sudut ruangan, sementara aroma lembut memenuhi udara. Tempat tidur ditata lebih rapi dengan turn-down setup, tirai dibuka menghadap laut, dan suasananya mendadak terasa terlalu intim untuk disebut sekadar tempat menginap.Ini vila honeymoon. Bukan vila untuk girls trip.“Amika...” desis Tala.Ia buru-buru meraih ponselnya. Sial, tidak aktif. Begitupun nomor Bastian.Di atas meja, beberapa notes kecil t
อ่านเพิ่มเติม