Hari pertama kembali bekerja, Geza baru tiba di rumah pukul sepuluh malam, padahal ia sudah berusaha mengefisienkan pekerjaannya. Begitu masuk kamar, kosong. Ia justru mendapati Tala sudah lelap di kamar Sansa.Geza mendekat, lalu menggendong istrinya untuk dipindahkan ke kamar utama mereka.“Kok dipindahin, sih, Mas?” Suara Tala terdengar serak dengan mata yang masih mengerjap saat tubuhnya diletakkan di atas kasur.“Nanti Sansa nyariin.” imbuhnya.Tala masih setengah sadar ketika Geza melepas jam tangan, kemudian mulai membuka kancing kemejanya satu per satu. Gerakan itu perlahan membuat kantuknya menguap.“Sansa juga ngerti, kok, kalau Om Tantenya masih fase honeymoon,” ujar Geza santai.Tala langsung menatapnya. “Pak Geza yang makin gagah, udah makan malam?”“Udah.”Tala mengangguk kecil, lalu kembali merebahkan tubuhnya. “Pantes makin bersinar dari kejauhan.”Ck, sialan. Tala masih terpengaruh racauan kliennya tadi.“Cemburu, hm?” Geza duduk di sebelah Tala, menatap mata istrinya
อ่านเพิ่มเติม