Mereka tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, pukul 14.30, sebelum melanjutkan penerbangan ke Jakarta pukul 16.00.Dari arah lounge, dua sejoli yang menjebak mereka akhirnya muncul dengan tentengan yang sama—koper-koper bawaan masing-masing. Lucu juga. Mereka berada di kepulauan yang sama selama beberapa hari, tetapi nyaris tanpa komunikasi apa pun. Benar-benar menikmati couple trip versi pisah tempat.“Halooo, pengantin lama rasa pengantin baru. Cukup menikmati trip-nya?” sambut Bastian.“Banget, sih, kayaknya. Sampai gempor gitu jalannya,” provokasi Amika sambil terkekeh.Geza mengangkat sudut bibirnya. “Nice trap.”Tala mengembuskan napas kecil. Alih-alih kesal, kali ini senyum justru ikut muncul di wajahnya.“Rencana kalian mulus banget.” Ia menatap Amika, lalu sekilas beralih kepada Geza. “Makasih, lho, ya.”“Nah, nggak nyesel, kan, Ta?” balas Amika.Amika mengangkat dagu, penuh percaya diri. “Gue rasa habis ini gue bisa buka jasa rukunin pasutri di ambang cerai.”Tala hanya memutar b
อ่านเพิ่มเติม