بيت / Romansa / Sebelum Tiga Tahun / 171- Prank Murahan

مشاركة

171- Prank Murahan

مؤلف: Sora Carita
last update تاريخ النشر: 2026-08-27 16:49:28
“Kalau lihat ke arah sana, itu Orion,” salah satu staf menunjuk ke langit. “Tiga bintang yang berjajar itu bagian dari Orion’s Belt.”

Sebuah teleskop sudah disiapkan di atas tripod, diarahkan ke langit malam.

Tala mendongak mengikuti arah yang ditunjukkan.

Malam itu, sesi stargazing digelar di ujung jetty yang menjorok ke laut. Lampu-lampu di sepanjang dermaga diredupkan agar tidak mengganggu pandangan, menyisakan penerangan seperlunya untuk langkah kaki. Di hadapan mereka, laut membentang gelap
Sora Carita

Hei main asal lempar aja. Berlian itu lho mas... Btw, di cerita ini lebih banyak pake pov sisi Tala jadi isinya pasti berisik banget soalnya Tala tuh gampang nethink, insecure-an suudzonan ahahah lengkap lah pokoknya . Semoga tetep enjoy yaa

| 5
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (2)
goodnovel comment avatar
evi erfika
Mau dignti tuh cincinyaaaa
goodnovel comment avatar
naraaa
lagi lagi lagiiiiiii!!! mau lagii kak!!
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Sebelum Tiga Tahun   171- Prank Murahan

    “Kalau lihat ke arah sana, itu Orion,” salah satu staf menunjuk ke langit. “Tiga bintang yang berjajar itu bagian dari Orion’s Belt.”Sebuah teleskop sudah disiapkan di atas tripod, diarahkan ke langit malam.Tala mendongak mengikuti arah yang ditunjukkan.Malam itu, sesi stargazing digelar di ujung jetty yang menjorok ke laut. Lampu-lampu di sepanjang dermaga diredupkan agar tidak mengganggu pandangan, menyisakan penerangan seperlunya untuk langkah kaki. Di hadapan mereka, laut membentang gelap tanpa banyak cahaya di kejauhan.“Kalau yang terang itu?”“Sirius. Salah satu bintang paling terang yang bisa kita lihat dari Bumi.”Tala mengangguk-angguk antusias. Sesekali ia berpindah posisi untuk mendapatkan sudut pandang yang lebih baik, rambutnya yang terurai ikut diterpa angin laut.Staf tersebut kemudian mengajak mereka bergantian melihat melalui teleskop. Beberapa objek langit yang sebelumnya hanya tampak sebagai titik kecil terlihat jauh lebih jelas melalui lensa.Tala bahkan beberap

  • Sebelum Tiga Tahun   170- Selama Mungkin, Seumur Hidup

    Jabatan tangan itu hanya berlangsung sebentar. Detik berikutnya, Geza membalik tangan Tala, menariknya perlahan menuju bibir, lalu mengecup punggung tangannya lama. Tatapannya terangkat pada Tala, menyimpan binar yang sukses membuat jantung perempuan itu bertalu-talu.Pria yang selama ini sama sekali tidak pernah masuk dalam daftar tipenya ternyata justru mampu membuatnya jatuh sejauh ini.Tala selalu terbiasa menurunkan ekspektasi, membangun tembok denial, menyisakan kemungkinan terburuk sebagai bentuk perlindungan diri. Barangkali perasaannya akan berakhir sama seperti dulu dengan Adrian—hanya menjadi miliknya sendiri, tanpa pernah benar-benar sampai kepada orang yang ia cintai. Sebab jatuh lebih dulu selalu terasa seperti mengambil risiko paling besar.Namun kali ini berbeda. Perasaannya disambut. Dan yang paling membuatnya takut sekaligus bahagia, pria yang menyambutnya adalah Geza.Geza menurunkan tangan Tala, tetapi belum juga melepaskannya. Ia justru meraih satu tangan lainnya,

  • Sebelum Tiga Tahun   169- Love Language

    Berbeda dengan dinner jebakan—castaway picnic yang sepenuhnya diatur diam-diam oleh Amika dan akhirnya hanya diisi keheningan karena Tala dan Geza sama-sama masih sibuk menjaga gengsi—dinner kali ini terasa jauh berbeda.Itinerary malam ini memang masih milik Amika, tetapi Geza sudah mengubah suasananya menjadi jauh lebih romantis dan personal.Tala yang baru tiba langsung menyadari perbedaannya. Matanya menyapu meja makan yang ditata privat di tepi pantai, tak jauh dari vila. Sebuah meja kecil berlapis taplak putih berdiri di atas hamparan pasir, diterangi beberapa lilin dalam lentera kaca yang cahayanya bergoyang pelan diterpa angin laut.Dua kursi ditempatkan berhadapan, dengan beberapa bunga tropis putih yang ditata sederhana di tengah meja. Sebotol wine, peralatan makan yang tersusun rapi, serta hidangan yang mulai disajikan satu per satu melengkapi meja itu.Wine lagi? Jelas.Namun kali ini Tala tidak akan mati-matian menahan diri seperti saat castaway picnic kemarin. Gelas di h

  • Sebelum Tiga Tahun   168- Ngadon Lagi

    Waktu sudah berlalu cepat sejak mereka terdiam dalam posisi saling memeluk. Berbaring di atas dada lebar Geza sungguh membuat Tala lupa diri. Pertemuan antar kulit tanpa sehelai benang jelas memantik banyak listrik statis yang menjalar di sepanjang sarafnya. Apalagi saat tangan besar pria itu kembali bergerak, mengusap lembut puncak dadanya."Mas, udah..." Tangan Tala bergerak menahan usapan itu, berusaha menyisakan sedikit benang kendali di antara mereka.Usapan itu berhenti. Geza menurunkan posisi tubuhnya hingga wajah mereka sejajar. Senyum tipis terbit di bibirnya.”Takut nerkam saya lagi?” tanya pria itu sambil terkekeh.”Kamu ya, yang nerkam aku.” balas Tala.“Kan kamu yang mancing.”Geza menggesekkan ujung hidungnya ke hidung Tala sebelum mencuri kecupan singkat.Dengan posisi menyamping seperti ini, Tala bisa dengan mudah memindai setiap lekuk wajah Geza yang memesona. Tatapan mereka bertemu cukup lama sebelum tangan Geza naik mengusap rambutnya.“Mau makan sekarang?” tanyanya

  • Sebelum Tiga Tahun   167- I'm Yours

    Perempuan yang ia rindukan setengah gila ini—yang belakangan membuat kepala Geza hampir pecah karena saking keras kepalanya—kini berada sepenuhnya dalam dekapannya. Mengerang pasrah di bawah kuasanya, bagaimana mungkin Geza tidak makin tenggelam dalam pusaran gairah itu?“Tala, you’re mine…Tell me you are.” Suara Geza terdengar parau.Cengkeraman jemari Tala di bahunya makin kuat seiring ritme yang terus Geza pacu lebih cepat.”Iya masshh...i’m yours...”Sialan. Panggilan mas dengan desah lembut begini membuat badai gelora di kepalanya makin menggila. Geza masuk lebih dalam dan balasannya ia dapat jepitan berdenyut yang luar biasa di bawah sana. Jemari Tala bergerak naik, mencengkeram rambut Geza, seolah mencari pegangan yang lebih kuat untuk menahan gelombang badai yang diciptakan pria itu.”Mass...terush..eughht...” desahan itu serupa umpan yang memanggil badai untuk menghantam lebih cepat dan lebih intens.Geza sungguh lepas kendali.Selain gerakan ritmis yang menghentak di antara b

  • Sebelum Tiga Tahun   166- Proyek Bikin Bayi

    Apa katanya?Geza ingin mendengarnya sekali lagi. Memastikan ia tidak salah menangkap maksud perempuan itu.“Are you sure Ta? Bikin bayi?” tanyanya memastikan sambil menahan kekehan.Sial, kenapa topik bikin bayi ini jadi terdengar menggemaskan begini saat keluar dari mulutnya? Tala, yang kini berada di atasnya dengan kedua tangan bertumpu di kasur, hanya mengangguk. Matanya sayu, tapi tatapannya begitu jelas.Demi apa pun, ini pemandangan yang tak pernah Geza kira akan ia dapatkan.Tala. Perempuan keras kepala yang dicintainya dengan sama kerasnya. Kini berada di atasnya, menatapnya dengan sorot penuh damba.“Kamu nggak mau?” tanyanya lembut, mendayu. Satu tangannya menelusuri dagu Geza.Kenapa perempuan ini tiba-tiba begitu pandai menggoda?“Menurut kamu?” suara Geza keluar semakin berat.“Mau. Tapi kamu lagi nahan diri, kan?” Tala tersenyum kecil, penuh percaya diri. “Kamu mau lihat sejauh apa aku bisa bikin kamu laper.”Perempuan itu benar-benar sedang menggodanya.Gairah yang sej

  • Sebelum Tiga Tahun   8- Rencana Paling Rapi

    Tala terkunci di antara kedua lengan Geza yang bertumpu pada pinggiran meja mahoni. Jantungnya berdentum liar, namun rasa terpojok itu justru membakar keberaniannya. Ia mendongak, menantang sepasang manik gelap di depannya.“Melindungi Sansa, itu yang mau kamu bilang?” Tala tertawa miris, suaranya b

  • Sebelum Tiga Tahun    7- Serangan Taktik Pertama

    Satu minggu sudah berlalu sejak perdebatan malam itu. Tala membangun dinding pembatas setinggi mungkin. Setiap informasi mengenai Sansa disampaikan layaknya laporan kerja—dingin, kaku, dan efisien. Tala tak mau terlihat rapuh, apalagi menunjukkan bahwa kalimat Geza berhasil melukainya.Pagi ini, keh

  • Sebelum Tiga Tahun    6- Ritme Hidup Baru di Tengah Kekacauan

    Tidak ada yang benar-benar tidur nyenyak selama satu bulan terakhir. Duka perlahan mengubah ritme hidup mereka tanpa permisi. Tala terbiasa bangun karena tangisan tengah malam, sementara Geza mulai hafal cara menenangkan Sansaya sebelum anak itu benar-benar histeris. Ada kalanya mereka bergantian me

  • Sebelum Tiga Tahun   5- Tawaran Perlindungan

    “Kamu gila kalau kamu setuju sama ide konyol itu.”Geza menoleh. “Mungkin.”Sebelum membawa Sansaya ke dokter anak, mereka sempat bicara soal hak wali ke pengacara kenalan Geza. Pengacaranya menyarankan satu hal paling konyol untuk menang dan melindungi semuanya.Menikah. Nikah kontrak, lebih tepat

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status