Tekanan spiritual yang memancar dari tubuh Elloist terasa seberat pegunungan, menghimpit sisa-sisa keberanian Hakim Agung dan para ksatria elitnya.Wajah pucat pasi, lutut bergetar hebat, dan keringat dingin sebesar biji jagung membanjiri dahi mereka.Di mata mereka, Putri Elloist yang selama ini dianggap sebagai pesakitan bodoh. Kini, telah menjelma menjadi dewi perang yang tak tersentuh oleh hukum fana manapun.Putri Ariesta terhuyung mundur, hingga punggungnya menabrak kusen pintu. Topeng keanggunannya hancur berkeping-keping, digantikan oleh teror murni.Ia tidak pernah menyangka, bahwa racun pelemah mental yang ia andalkan bisa dipatahkan. Apalagi, melihat segel mutlak pengadilan dihancurkan hanya dengan satu perintah lisan."M-mundur! Tarik mundur semua pasukan!" jerit Hakim Agung dengan suara melengking panik, kehilangan seluruh wibawanya.Tanpa perlu diperintah dua kali, para ksatria elit yang sebelumnya mengepu
Read more