Di atas salah satu paviliun tertinggi di kompleks Sekte Naga Hitam Abadi, seorang balita duduk di tepi atap dengan kedua kaki yang menjuntai ke bawah.Di sampingnya, sekotak susu dan satu gelas.Rex menuangkan susu ke dalam gelas dengan cara yang sangat teratur—tidak terburu-buru, tidak ceroboh, yang membuatnya lebih menyerupai seseorang yang sedang menuangkan wine di meja makan mewah daripada balita berumur empat tahun duduk di atas atap di tengah malam. Lalu gelas itu diangkat, diminumnya sedikit, dan matanya kembali ke arah pertarungan yang berlangsung di bawah.Di bawah sana, dua sosok bergerak di antara pohon-pohon yang sudah tidak lengkap dan tanah yang sudah tidak rata—dengan suara benturan yang sesekali naik sampai ke ketinggian paviliun itu dalam bentuk yang lebih tumpul dari aslinya, tapi sudah lebih dari cukup untuk menyampaikan skalanya.Lalu, terdengar bunyi pendaratan ringan di sisi kiri.Fuzi mendarat dengan tongkatnya yang menyentuh permukaan atap terlebih dulu sebelum
Read more