Kamar di The Grandeur sunyi pada jam-jam sebelum fajar.Caelan duduk bersila di atas lantai, punggung lurus, mata terpejam, dengan benda lonjong itu masih tergeletak di atas meja di sudut ruangan. Tangannya bertumpu di atas lutut, telapak menghadap ke atas.Meditasi bagi Caelan bukan berarti diam.Di permukaan, mungkin terlihat seperti itu. Tapi di dalam, ada sesuatu yang bergerak. Jalur-jalur energi spiritual yang melingkari tubuhnya seperti sungai yang menemukan alurnya sendiri, mengalir dari titik ke titik, membesuk setiap simpul yang tersumbat dan setiap saluran yang menyempit dengan tekanan yang terukur dan sabar.Proses yang tidak bisa dilihat, tidak bisa didengar, tapi bisa dirasakan oleh seseorang yang sudah cukup lama melakukannya untuk membedakan antara kemajuan yang nyata dan sekadar ketenangan palsu.Di luar jendela, langit perlahan berubah.Abu-abu gelap menjadi abu-abu yang lebih terang, lalu ke ujung-ujung cakrawala mulai muncul semburat oranye yang sangat tipis, sepert
続きを読む