Share

158. Night Date

Author: Freyaa
last update publish date: 2026-09-17 00:06:44

Ethan segera merangkul pinggang Sarah begitu turun dari mobil, membimbingnya melangkah cepat menaiki beberapa anak tangga marmer menuju pintu masuk utama yang terbuat dari kayu ek berat beraksen kuningan antik.

Di depan pintu, dua orang bouncer-penjaga pintu berbadan tegap dengan setelan jas hitam rapi berdiri mengawasi. Sebelum mereka sempat melangkah mendekat, salah satu penjaga pintu dengan sigap menegakkan tubuh, mengenali sosok pria di hadapannya.

"Selamat malam, Tuan Volkov," sapa penjaga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
MUNADLIFAH IFAH
serius than than mau nyanyi.wiiiih...keren than
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
Aku juga mau donv nyanyi duet yuk hhhh
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
sarah juga ternyata pintar dansa dan ethan juga menikmati kebersamaan nya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    184.

    Malam pun berangsur turun, menyelimuti VDNKh Park dalam keindahan lampu-lampu kristal salju yang berkilauan bagai ribuan berlian.Di tengah udara malam yang semakin menggigit, rombongan keluarga kecil dari Indonesia itu memilih untuk beristirahat di sebuah VIP lounge eksklusif berpenghangat ruangan yang menyuguhkan pemandangan malam taman salju yang begitu menakjubkan melalui dinding kaca raksasanya."Ini benar-benar sangat indah..." bisik Catherine sambil merangkul pundak Sarah yang duduk di sofa tunggal, menatap takjub pemandangan di luar jendela kaca raksasa."Terima kasih banyak, Ra," tambah wanita yang kini telah resmi menjadi saudari ipar Sarah tersebut seraya mengecup lembut pipi sahabatnya.Dewa mendudukkan dirinya tepat di sebelah sofa tempat Sarah duduk, membawa dua gelas sbiten, minuman madu hangat tradisional Rusia, lalu menyerahkan satu gelas kepada Sarah."Keindahan ini tiada artinya jika tidak bersama kalian. Sungguh, ini adalah pengalaman yang tak akan bisa aku lupakan

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    183. Jalan-jalan

    Sarah akhirnya terbangun dari lelapnya ketika mendengar dering ponselnya sendiri, meskipun Bu Indar dengan sigap sudah lebih dulu mengangkat dan menjawab panggilan yang ternyata dari Ethan tersebut."Ibu... kapan Ibu datang?" tanya Sarah begitu melihat Bu Indar sudah memutuskan panggilan di ponselnya."Sudah dari tadi. Ethan meminta Ibu datang bersama Tachi, agar kau tidak kesepian di kamar atau menemanimu jika ingin pergi jalan-jalan keluar."Sarah langsung menoleh ke sisi ranjang, melihat Tachi yang berbaring miring dengan posisi seolah masih memeluk erat tubuhnya. Sangat manis dan menggemaskan. "Kau ingin makan siang sekarang? Tadi Ethan menghubungi, katanya dia belum bisa pulang untuk makan siang bersamamu.""Belum terlalu lapar," sahut Sarah malas-malasan, lalu kembali merebahkan tubuhnya untuk memeluk Tachi yang masih tertidur pulas."Tadi Ibu memijat kaki Sarah, ya? Terima kasih banyak, Bu..." tambah Sarah ketika Bu Indar turut mendudukkan diri di tepi ranjang, lanjut memijat p

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    182.

    Kantor pusat Volkov Holdings tampak sibuk seperti biasa, seluruh aktivitas berjalan normal. Namun, suasana itu sama sekali tidak berlaku di dalam ruang rapat utama.Para pemegang saham berkumpul, duduk melingkar dengan ketegangan yang bisa dirasakan oleh siapa saja yang bernapas di dalam ruangan itu, termasuk tim legal independen asal Jenewa, Swiss, yang beranggotakan Disava.Suasana di dalam ruang rapat mendadak berubah beku begitu Ethan melangkah masuk. Aura dingin dan dominan langsung menguar dari sosok pria itu, seolah menegaskan bahwa sang pemimpin singa yang sering mendelegasikan rapat pada Brian kini hadir sepenuhnya untuk mengintimidasi.Wajah manja dan konyol yang diperlihatkan Ethan beberapa menit lalu saat bersama Sarah di kamar hotel telah lenyap tanpa sisa. Sorot mata lembut penuh kasih yang biasa ia berikan pada Tachi juga tergantikan oleh tatapan tajam, setajam pisau bedah.Ethan mengedarkan pandangan dinginnya memindai seluruh penjuru ruangan, sepenuhnya mengabaikan sen

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    181.

    "Tunggu sebentar, aku pamitan dulu dengan Cathy..." bisik Sarah, menahan lengan Ethan yang hendak membawanya melangkah masuk ke dalam mobil sport pria itu.Bertepatan dengan Sarah yang berjalan menghampiri Catherine, sahabatnya itu juga langsung menyusul sambil bertanya, "Tanggal berapa kalian ingin pergi ke Jepang? Nanti aku ambilkan tiketnya...""Tidak perlu. Nanti Brian yang urus semuanya. Kau dan Ali berangkat saja duluan bersama Tachi dan Praded menggunakan jet pribadi keluarga Volkov," potong Ethan yang baru saja mendekat, membuat Catherine langsung mengernyitkan dahi."Bukankah tidak baik bepergian dalam satu penerbangan yang sama?" tambah Ethan yang akhirnya dianggukkan paham oleh Catherine."Oh, aku hampir lupa. Ini hadiah pernikahan untukmu dan botol parfum racikan terbaru untuk Ali," ucap Sarah seraya menyodorkan sebuah kotak perhiasan mewah dan botol parfum, ia keluarkan dari dalam kantung mantelnya.Wajah Catherine langsung berbinar cerah, "Boleh kulihat hadiahnya sekaran

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    180.

    Tatapan Ethan yang sebelum tajam dan dingin memandang puncak kepala Dewa yang merunduk ke depannya, kini tiba-tiba melunak dan menyerah berkat belaian jemari Sarah pada puncak batangnya yang benar-benar berhasil merontokkan seluruh pertahanan keras kepalanya. "Jika kau berani menyakiti Disa, aku akan membunuhmu tanpa pengampunan, Dewa!“ "Brother!" Disava berseru nyaring dengan binar mata penuh kebahagiaan menatap Ethan yang mendengkus kecil. Sarah tersenyum mengedipkan sebelah mata pada Disava, sambil di bawah meja, jemarinya meremas batang Ethan yang kini menoleh dengan pandangan berkabut menatapnya. Disava memeluk Dewa tanpa sungkan, menarik pundak lelakinya itu yang menjatuhkan titik air mata di atas meja, "Honey, ucapkan terima kasih pada kakak iparmu, kita akan menikah!" bisiknya juga tercekat didera perasaan haru Dewa menularinya. Catherine pun terisak haru, membenamkan wajahnya di pundak Dokter Ali yang langsung memeluk istrinya itu. Di sisi lain, Tachi sudah turun dar

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    179. Lucu Tapi Serius

    Mereka menikmati menu sarapan restoran hotel dengan penuh suka cita. Brian pun turut bergabung, duduk di ujung meja tepat bersebelahan dengan Catherine. Hanya Ethan, yang masih konsisten memasang tampang masam setiap kali melirik ke arah Dewa. "Ini minuman khas Rusia, kami menyebutnya Sbiten. Terbuat dari madu murni dan rempah-rempah pilihan. Silakan dicicipi, Dokter Ali, Lady Catherine, dan Dewa," tutur Madam Maria ramah ketika pelayan meletakkan cangkir-cangkir hangat berisi minuman tersebut ke hadapan mereka semua. Dokter Ali, Catherine, dan Dewa mengangguk sopan lalu mencicipi minuman tradisional itu. Sebelum sarapan benar-benar berakhir, Sarah mendadak teringat pada tiket Tokyo Disneyland yang diberikan Dokter Ali. "Ali dan Cathy memberikan ini..." Sarah baru saja meletakkan beberapa lembar tiket di atas meja, ketika Tachi sudah berseru riang. "Wah, Tokyo Disneyland! Ada pertunjukan kembang api dan parade natal raksasa di akhir tahun ini di sana... Tachi boleh ikut, M

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    6.

    Tak lama setelah obrolan hangat di dalam ruangan perawatan Sarah, pintu kamar rawat itu tiba-tiba diketuk pelan. Sosok tinggi tegap dr. Ali melangkah masuk dengan senyum ramah yang menenangkan. Di tangannya, terdapat sebuah map berisi hasil laboratorium Sarah yang keluar pagi ini."Selamat pagi. Wa

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    5.

    Pagi sudah terang ketika kelopak mata Sarah perlahan terbuka. Ia merasa baru saja terbangun dari sebuah mimpi panjang yang seolah tak berujung, memutar adegan kelam yang sama secara terus-menerus di kepalanya.Sarah memindai sekeliling. Ia mendapati dirinya terbaring di atas brankar dalam sebuah ru

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    4.

    Sementara Sarah terbaring lemah di rumah sakit, di belahan nyata tempat lain, Rafli baru saja melangkah keluar dari lobi hotel murah bersama Pitri.Wanita muda itu terus bergelayut manja pada lengan kekar Rafli, sebelum keduanya masuk ke dalam mobil mewah milik Sarah yang selama ini diakui Rafli se

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    3.

    Setelah sambungan telepon dengan Rafli terputus, Sarah terdiam cukup lama. Matanya menatap lurus ke depan dengan pandangan dingin yang belum pernah terlihat selama enam bulan terakhir."Mommy, Tachi sudah siap. Tachi harus bawa baju berapa setel untuk menginap?" Tachi tiba-tiba masuk ke dalam kamar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status