FAZER LOGIN"Mammaaa..." cicit Viktoria kesulitan berkata-kata, memasang wajah sedih luar biasa seraya melangkah mendekati Madam Maria."Ada apa dengan wajah kalian?" tanya Madam Maria berpura-pura terkejut, meskipun di dalam hatinya ia diam-diam menahan tawa.Tentu saja Madam Maria sudah melihat aksi Sarah menampar Ksenia dan meninju mulut Viktoria melalui drone lalat yang sengaja ditinggalkan oleh Ethan. Namun melihat langsung hasil karya cucu perempuannya itu secara nyata, tetap saja membuatnya ingin tertawa terbahak-bahak."Ksenia... ada apa di dalam mulutmu? Sejak kapan kau menyembunyikan makanan di dalam mulut seperti tupai begitu?""Grandma, ini bukan makanan! Sarah menamparku, padahal aku berniat menyelamatkan anaknya yang jatuh terpeleset ke kolam renang!" adu Ksenia mulai menangis bercucuran air mata.Wajah Ksenia memerah bengkak, membuat bibirnya yang tebal terlihat lebih imut diapit pipinya yang seperti bakpao besar. "Sarah juga meninju wajah Mama yang datang menghentikannya membunuh
Ethan sudah bersiap untuk meeting lanjutan dengan nilai investasi miliaran dolar ketika 'lalat' kecil abu-abu, drone canggih yang ia tinggalkan untuk memantau keselamatan Sarah dan Tachi di mansion, berdengung mengirimkan notifikasi darurat.Notifikasi itu dipicu saat Tachi berteriak terkejut dan menangis akibat terlempar ke dalam air kolam es yang dingin."Brian, ambil alih meeting. Aku harus kembali ke mansion!" ucap Ethan cepat tanpa memberikan kesempatan bagi Brian untuk menolak ataupun bertanya alasan.Ethan langsung menghubungi pilot helikopter pribadinya untuk bersiap di helipad yang akan membawanya pulang mansion lebih cepat dari mengemudikan mobil.Di mansion, Sarah berjalan tergesa keluar dari area kolam renang, berniat memeriksa kondisi Tachi secara langsung.Namun, langkahnya mendadak dihadang oleh Krista yang datang membawakan mantel hangat tebal."Seharusnya Lady bisa menahan diri sedikit. Dia adalah pelayan kepercayaan Madam Maria..." bisik Krista lembut seraya menyampi
Sarah berbalik, melangkah mendekati Ksenia yang sedang tertawa kecil tanpa rasa dosa."Dia terpeleset dan jatuh sendiri ke kolam! Aku berniat menyelamatkannya, tapi pelayanmu itu justru menuduh dan memarahiku! Dasar tidak tahu terima kasih!" tutur Ksenia dalam bahasa Rusia dengan nada meremehkan."Terpeleset dan jatuh sendiri ke kolam?" ulang Sarah dengan nada tenang, kini sudah berdiri tepat satu langkah di depan Ksenia. Matanya menancap tajam, "Kalau begitu..."Dengan gerakan secepat kilat, tangan Sarah mencengkeram erat tengkuk Ksenia. Ia menarik tubuh wanita itu ke tepi kolam, lalu menghantamkan lututnya keras-keras ke pinggang Ksenia hingga wanita itu terpental dan jatuh terjerembab tercebur ke dalam air dingin.SPLASH!Pelayan di belakangnya memekik panik, "Lady..." namun kakinya melangkah mundur dengan wajah ketakutan melihat emosi Sarah.Belum sempat pelayan itu kabur, cengkeraman Sarah sudah lebih dulu mengunci tengkuknya dengan sangat kuat."Benamkan kepalanya ke dalam air ji
Mister Konstantin tersenyum lebar begitu tangannya berhasil meraih sebuah buku catatan kecil berisikan formula parfum rahasia yang tak lain adalah tulisan tangan Adeline dari dalam laci tersembunyi di meja kerja Ethan.Sarah membalik lembar demi lembar buku catatan milik Adeline yang diberikan kakek buyutnya itu. Setiap jenis bunga dan racikan campurannya ditulis serta digambar dengan sangat detail oleh Adeline."Apakah Ethan tidak keberatan jika Praded memberikan buku ini padaku?" tanya Sarah lirih, "Uhm... maksudku, ini peninggalan ibunya. Siapa tahu nanti pernikahan kami putus di tengah jalan, dan dia bisa memberikan buku ini pada istrinya kelak...""Sssshhh..." Mister Konstantin berdesis, menempelkan jari telunjuk di depan bibirnya sendiri. Dengan tangannya yang lain, ia segera menekan panggilan video ke ponsel Ethan."Kami menemukan buku ini di dalam laci kerjamu. Apakah kau keberatan jika Praded memberikannya pada Sarah?" tanya Mister Konstantin to the point, memperlihatkan buku
Hari jelang pernikahan Sarah dan Ethan semakin dekat. Namun, keduanya masih sangat sibuk oleh pekerjaan masing-masing. Sarah disibukkan dengan pekerjaan daringnya memeriksa laporan dari Pak Budi dan Mister Hiraga yang kemudian ia kirimkan ke Abah Rizal untuk laporan akhir, serta melukis beberapa desain modular AC kelas premium sekaligus versi sederhana untuk segmen pasar yang berbeda.Sementara itu, Ethan sangat sibuk dengan urusan kantor pusat Volkov Holdings, juga mengambil alih memeriksa hasil temuan hasil tim hukum independent yang menemukan ketimpangan dana di akun Madam Maria."Disa..." panggil Ethan di sambungan telpon ke Disava, adik sepupu dipihak Ibunya yang bekerja di bagian independent, tidak terkait dengan Volkov Holdings. "Orang yang melakukan pembayaran untuk pesta pernikahanku adalah Krista. Coba kau periksa akunnya secara pribadi." "Oh, kau harus membayarku mahal, Bro! Memeriksa akun pelayan, bukan pekerjaan team independent!" Ethan mendengkus rendah, "Kalau kau tak
Sebelum tengah malam, mobil yang membawa Sarah dan Ethan dengan Brian di balik kemudi, akhirnya tiba di halaman mansion mewah milik Madam Maria di Moskow. Sementara itu, Tachi bersama Bu Indar dan Abah Rizal telah dialihkan menuju kediaman Mister Konstantin demi keamanan."My Lady..." sapa seorang pelayan yang berjaga di depan pintu utama, menundukkan kepala saat menyambut kedatangan Sarah dan Ethan yang melangkah mantap diiringi Brian.Sarah hanya menganggukkan kepala sekilas sebagai tanggapan. Langkah kakinya bergerak cepat menaiki tangga menuju kamar tidur Madam Maria di lantai dua.'Nanti, tolong temui dulu Grandma kalian. Kondisinya sedikit kurang bagus.' pesan Mister Konstantin sebelum mereka berangkat dari Yaroslavl pada Sarah dan Ethan. Namun, baru saja tangan Sarah terangkat hendak mengetuk daun pintu, Krista sudah lebih dulu membukanya dari dalam. Pelayan wanita senior itu menyunggingkan senyuman tipis yang terulas canggung seolah menutupi kegugupan di dadanya."Lady Sarah.
Tak lama setelah obrolan hangat di dalam ruangan perawatan Sarah, pintu kamar rawat itu tiba-tiba diketuk pelan. Sosok tinggi tegap dr. Ali melangkah masuk dengan senyum ramah yang menenangkan. Di tangannya, terdapat sebuah map berisi hasil laboratorium Sarah yang keluar pagi ini."Selamat pagi. Wa
Pagi sudah terang ketika kelopak mata Sarah perlahan terbuka. Ia merasa baru saja terbangun dari sebuah mimpi panjang yang seolah tak berujung, memutar adegan kelam yang sama secara terus-menerus di kepalanya.Sarah memindai sekeliling. Ia mendapati dirinya terbaring di atas brankar dalam sebuah ru
Sementara Sarah terbaring lemah di rumah sakit, di belahan nyata tempat lain, Rafli baru saja melangkah keluar dari lobi hotel murah bersama Pitri.Wanita muda itu terus bergelayut manja pada lengan kekar Rafli, sebelum keduanya masuk ke dalam mobil mewah milik Sarah yang selama ini diakui Rafli se
Setelah sambungan telepon dengan Rafli terputus, Sarah terdiam cukup lama. Matanya menatap lurus ke depan dengan pandangan dingin yang belum pernah terlihat selama enam bulan terakhir."Mommy, Tachi sudah siap. Tachi harus bawa baju berapa setel untuk menginap?" Tachi tiba-tiba masuk ke dalam kamar







