Catriona semakin tertawa lepas melihat raut wajah Dominic yang kini tampak begitu kesal."Kau mau ke mana, Dominic? Apa kau sedang marah padaku?" godanya sambil bangkit dari duduknya dan hendak mengejar lelaki itu.Sebelum pergi, Catriona menoleh sekali lagi ke arah makam."Ibu, aku pulang dulu. Aku harus mengejar menantu palsumu itu. Ibu yang baik-baik di sini, ya. Nanti aku datang lagi."Setelah itu ia berlari menyusul Dominic."Hei, Dominic! Tunggu!"Namun Dominic sama sekali tidak menggubris. Langkahnya tetap panjang hingga akhirnya ia membuka pintu mobil, lalu masuk lebih dulu. Beberapa detik kemudian Catriona ikut masuk ke kursi penumpang."Ternyata kau juga bisa ngambek seperti anak kecil," ledek Catriona sambil menahan tawa.Dominic tidak menjawab. Ia menyalakan mesin mobil dan hendak menginjak pedal gas. Namun, tiba-tiba gerakannya terhenti.Barcklay...Nama itu terasa begitu familiar."Barcklay?" gumamnya dalam hati."Ada apa, Dominic?" tanya Catriona yang menyadari perubaha
Read more