Pagi itu, suasana di dalam jet pribadi terasa begitu sunyi.Sejak pesawat lepas landas, Dominic sama sekali tidak berbicara kepada siapa pun. Ia memejamkan mata, tetapi jelas tidak sedang tidur. Keningnya berkerut dalam, rahangnya mengeras, seolah ada begitu banyak hal yang sedang berkecamuk di dalam pikirannya.Tak seorang pun berani mengusiknya. Bahkan Mark, yang selama ini paling memahami tabiat sang tuan, memilih menjaga jarak.Berbeda dengan saat keberangkatan menuju Pulau Milos, ketika Dominic terus duduk di samping Catriona. Kali ini ia memilih mengasingkan diri di ruang santai yang berada di samping kamar pribadinya.Ruangan itu biasa ia gunakan untuk beristirahat sejenak atau menikmati hidangan yang disiapkan pramugari selama penerbangan.Sementara itu, Catriona hanya duduk di kursi bagian depan, persis seperti saat mereka berangkat.Tatapannya kosong mengarah ke luar jendela. Gugusan awan putih berlalu begitu saja tanpa mampu mengalihkan kegelisahan di dadanya.Ia tidak tahu
اقرأ المزيد