Kewarasan Catriona seketika kembali."Jangan mimpi, Dominic!"Dengan seluruh tenaga, ia mendorong dada bidang lelaki itu hingga tubuh Dominic oleng dan terjatuh ke samping ranjang.Napas Catriona memburu. Jantungnya berdetak tak karuan. Ia yakin, semua tatapan lembut dan kata-kata manis tadi hanyalah siasat Dominic untuk meluluhkan pertahanannya.Ia tidak akan jatuh ke dalam perangkap dengan mudahnya.Dengan tergesa, Catriona bangkit. Jemarinya segera merapikan gaun tidurnya yang melorot, menutup kembali bagian dadanya yang sempat tersingkap. Wajahnya memerah, antara malu dan kesal.Di sisi lain, Dominic justru menyunggingkan senyum tipis. Santai, seolah tak terjadi apa-apa."Kenapa kau setakut itu, Caty?" tanyanya ringan.Catriona menatap tajam."Ingat baik-baik, Dominic. Pernikahan kita hanya berlangsung enam bulan."Dominic mengangkat sebelah alis."Tapi kau juga pernah berjanji. Kalau aku berhasil membuatmu jatuh cinta, kau akan tinggal bersamaku selamanya."Kalimat itu membuat Ca
Read more