Pov Samuel Sejak beberapa jam yang lalu, aku tidak sedikit pun mengalihkan pandangan dari wajah pucat Emelia. Aku menggenggam erat telapak tangannya yang terasa dingin, terus berharap ada keajaiban kecil yang terjadi malam ini. Berharap jemari lentik itu bergerak, atau setidaknya kelopak matanya bergetar halus sebagai tanda ia akan kembali padaku. Namun, aku tetap tidak merasakan apa-apa.Di dalam ruangan serbaputih yang terasa begitu asing dan mencekam ini, aku hanya bisa mendengar suara monitor jantung yang berbunyi monoton. Tit... tit... tit...Aku perlahan menoleh ke arah layar mesin itu, memastikan gelombang garis di sana masih berjalan. Meskipun aku tidak begitu paham arti dari grafik medis tersebut, setidaknya detak konstan itu menjadi satu-satunya pembuktian bahwa istriku masih bernapas, bahwa duniaku belum sepenuhnya hancur.“Sayang... Emelia, bangun yuk,” bisikku lirih. Suaranya terdengar parau, sarat akan keputusasaan yang men
最終更新日 : 2026-06-02 続きを読む