Setibanya di rumah, Samuel langsung mengangkat tubuhku dengan gaya bridal style. Mata kami saling bertemu, saling menunjukkan rasa cinta dan gairah yang membara. Tanganku melingkar erat di lehernya, meskipun aku tahu Samuel tidak akan pernah membiarkanku jatuh, aku tetap ingin merasa sedekat mungkin dengannya.“Kali ini, kita mau main di mana?” goda Samuel sembari menatapku dengan tatapan lapar yang memabukkan.Aku tidak langsung menjawab. Pikiranku sempat melayang membayangkan bagaimana rasanya jika kami melakukannya di dalam kolam renang. Namun, aku segera menggeleng pelan, udara malam terlalu dingin dan itu tidak baik untuk kesehatan.“Kenapa?” tanya Samuel lagi, suaranya terdengar rendah dan serak.“Bagaimana kalau di ruang kerja? Aku ingin menikmatimu di ruang kerjamu, Samuel,” ujarku dengan nada menggoda.“Dengan senang hati, Sayang. Sekarang juga kita ke ruang kerja,” jawab Samuel mantap. Ia segera memutar langkah, beralih menuju ruang kerjanya alih-alih menuju kamar tidur kami
آخر تحديث : 2026-05-19 اقرأ المزيد