Kieran terdiam sesaat, saat hendak menanyakan lagi. Tiba-tiba ada yang berteriak. Alena dari dalam sudah mendengarnya, ia langsung keluar menggunakan masker dan syal tebal lengkap dengan kacamata. "Permisi Pak," kata Alena cepat, suaranya diserakkan. "Makasih sudah menolong!"Lalu Kieran berdiri, 170 vs 160 selama 5 tahun tidak bertemu. “Bu Sari,” kata Kieran. “Iya, saya Sari,” jawab Alena kaku. “Waktu saya pertama kali bertemu, sepertinya Ibu sudah tua ya? Tapi sekarang sepertinya masih muda!” tukas Kieran. “Emm… anu… s– ssalah orang mungkin, Pak!” jawab Alena gugup. Hening hanya ada suara jangkrik dan alat berat yang sudah mati. “Ayo, Nak, pulang!” kata Alena cepat. "Anak yang pintar," kata Kieran."Iya," jawab Alena. "Permisi, Pak!" Alena menggandeng tangan William dengan cepat, membawanya pulang dengan tergesa-gesa. Pintu ruko ditutup. Krek! Di dalam mobil, Jaxon memanggil. "Tuan?" Kieran menatap ruko itu sangat lama. "Dia! Naluriku tidak pernah salah!”“Tapi, di
Read more