"Browi City Kota, Pak," jawab karyawan lancar. "Sudah 5 tahun di sini, suami saya meninggal!”Kieran menatap tangannya, jelas bukan tangan mungil Alena. Tidak ada cincin, tidak ada bekas kalung Wilhelm."Anaknya?" tanya Kieran lagi. "Tidak punya, Pak, saya fokus kerja saja!"Kieran terdiam, 5 menit kemudian ia keluar.Di mobil, Jaxon sudah menunggunya. "Bagaimana, Tuan?"Kieran menutup mata. "Bukan dia!”"Tapi fotonya…?""Foto bisa dipalsukan, lokasi bisa dipalsukan dan dia... dia tidak punya anak, dia katakan sendiri!"Kieran bersandar pada mobil dengan rasa yang sangat kecewa."Mundur," kata Kieran. "Kita salah!”“ Baiklah, Tuan,” kata Jaxon. Mobil melaju dengan cepat, meninggalkan lokasi Alena. Namun Alena masih berjaga-jaga, jika sewaktu-waktu Kieran kembali putar balik. Apalagi jam sudah waktunya untuk menjemput William. Terpaksa Alena harus mengikuti di belakang mobil secara diam-diam, supaya Kieran tidak mengetahui. Apalagi mobil Kieran melewati sekolahnya William, jangan
Read more