“Biarkan dia menjadi ibu bagi anaknya,”William memandang ibunya dari kejauhan.“Biarkan dia mencintai dan dicintai,” suara Sergei menjadi lebih pelan. “Karena satu-satunya hal yang gagal kulindungi dalam hidupku adalah keluargaku,”Gudang itu sunyi, bahkan sangat sunyi dan Alena menangis bukan karena takut. Tetapi karena untuk pertama kalinya ia benar-benar memahami ayahnya.Richard tidak menyembunyikan semua ini demi kekuasaan, tapi Richard hanya ingin putrinya hidup bahagia.Kieran memeluk Alena.Alena bersandar di dada suaminya. "Kieran…?""Ya,” jawab Kieran. "Aku ingin pulang,” pinta Alena. Kieran mengusap rambutnya.."Kita akan segera pulang,”"Tidak ada Volkov?” tanya Alena. "Ya,” jawab Kieran. "Tidak ada perang?” tanya Alena kembali. "Ya, sayang,” jawab Kieran. "Hanya kita dan William?” tanya Alena. Kieran tersenyum kecil. "Hanya kita,”Namun Sergei menggeleng pelan. "Sayangnya…,”Semua menoleh.Sergei memandang Alena. "Kalian tidak bisa pulang!”Tatapan Kieran langsung
Read more