Inicio / Mafia / Gadis Tawanan Tuan Mafia / Bab 217. Permainan Sebenarnya

Compartir

Bab 217. Permainan Sebenarnya

Autor: RKamila
last update Fecha de publicación: 2026-10-02 17:07:39

“Tidak!” Richard segera menggeleng. “Bawa dirimu sendiri untuk keluar dulu,”

“A– aayah!” panggil Alena.

“Alena,” tatapan Richard menjadi serius. “Orang yang mengatur semua ini ingin kamu kehilangan kendali,”

Ia menunjuk dadanya. “Jangan berikan itu kepada mereka!”

Alena menghapus air matanya. “Aku tidak akan memberikannya pada mereka!”

Richard menarik napas.

“Kalau begitu dengarkan aku,” Ia mendekatkan wajahnya. “Cari Eleanor,”

“Ibu?” tanya Alena.

“Dia tahu semuanya,” jawab Richard.

“Ayah bi
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 218. Perempuan yang Dihapus Dari Keluarga

    Alena menggenggam tangan Kieran dengan erat, karena kali ini bukan lagi takut. Melainkan karena ia tahu, bahwa perjalanan untuk menyelamatkan keluarganya baru saja membuka rahasia yang jauh lebih dalam lagi. Bahkan di balik rahasia itu, ada seorang perempuan yang memiliki darah yang sama dengan ibunya.Bibi yang selama ini tidak pernah diketahui keberadaannya, seseorang yang mungkin memegang jawaban tentang kehancuran keluarga Volkov.Bahkan mungkin juga mengetahui siapa sebenarnya dalang di balik R-09.Suara kendaraan semakin dekat, satu, dua kemudian belasan. Lampu-lampu mobil menembus celah jendela pabrik yang pecah, membuat bayangan bergerak-gerak di dinding.Alena masih memegang foto itu, adik Eleanor.Seseorang yang selama puluhan tahun tidak pernah disebut dalam keluarganya.Seseorang yang bahkan tidak pernah ia dengar namanya.“Siapa dia, Ayah?” tanya Alena. Richard tidak segera menjawab, wajah lelaki tua itu terlihat berat. Seolah satu nama saja mampu membuka luka yang sela

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 217. Permainan Sebenarnya

    “Tidak!” Richard segera menggeleng. “Bawa dirimu sendiri untuk keluar dulu,”“A– aayah!” panggil Alena. “Alena,” tatapan Richard menjadi serius. “Orang yang mengatur semua ini ingin kamu kehilangan kendali,”Ia menunjuk dadanya. “Jangan berikan itu kepada mereka!”Alena menghapus air matanya. “Aku tidak akan memberikannya pada mereka!”Richard menarik napas.“Kalau begitu dengarkan aku,” Ia mendekatkan wajahnya. “Cari Eleanor,”“Ibu?” tanya Alena. “Dia tahu semuanya,” jawab Richard. “Ayah bilang pengkhianat itu adalah darah kita sendiri?” tanya Alena. Richard terdiam cukup lama kemudian berkata pelan. “Bukan berarti dia masih hidup,”Alena membeku. “Apa maksud Ayah?”Sebelum Richard menjawab, Tiba-tiba saja. BRAK!Pintu samping dihantam dan beberapa pria masuk.Alena langsung berdiri. “Jangan sentuh Ayahku!”Salah satu pria mengangkat senjata, tapi sebelum ia sempat menembak. DOR!Tubuh pria itu terjatuh dan Kieran muncul dari balik asap, wajahnya keras tapi matanya langsung men

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 216. Darah yang Sama

    Kieran menatapnya tajam. "Jawab!”"Lebih banyak daripada yang sanggup untuk kuingat,” jelas pria itu. Alena menatap pria itu dan untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa di balik semua rahasia itu ada manusia yang juga membawa luka.Namun rasa sakit tidak menghapus sebuah pengkhianatan."Kalau kamu memang melindungi kami…," Alena mengusap air matanya. "Kenapa baru sekarang?"Pria itu menatapnya. "Karena orang yang sebenarnya mengendalikan R-09 sudah bergerak,”"Siapa?" Alena bertanya-tanya. Pria itu tidak menjawab tapi sebaliknya, pintu besar di belakang mereka terbuka. Suara langkah kaki terdengar satu dua dan tiga.Soren muncul dan di belakangnya ada dua orang yang sedang membawa seseorang.Alena langsung mengenali sosok itu. "Ayah!"Richard Volkov didorong ke tengah ruangan dengan tubuhnya yang terlihat lemah. Namun ketika ia melihat Alena, matanya langsung berubah. "Alena…?""Ayah!" Alena hendak berlari.Kieran menahannya. "Jangan!”"Dia ayahku,” pekik Alena. "Ini hanya jebaka

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 215. Darah yang Di Sembunyikan

    Tangan Alena bergetar lalu ada satu kalimat terakhir, kalimat yang membuat napasnya terhenti. “ Dan jika suatu hari kamu bertanya siapa yang menjual keluarga kita… jawabannya ada di dalam keluargamu sendiri!”Alena perlahan mengangkat wajahnya. "Mustahil…!”Pria di hadapannya tersenyum. "Itulah yang selama ini ingin kami sembunyikan!”Kieran menatap pria itu tajam. "Siapa kamu sebenarnya?"Pria tersebut tidak langsung menjawab, ia hanya menunjuk ke layar dan layar kembali menyala.Kali ini bukan Richard yang muncul, melainkan Eleanor lalu Adrian. Kemudian sebuah rekaman lama, Richard, Eleanor, Adrian dan seorang pria yang berdiri di antara mereka.Alena menatap wajah itu, wajah yang sangat dikenalnya dari masa kecil. Wajah yang selama ini dianggap sebagai bagian dari keluarga dan wajah yang pernah menggendongnya ketika ia masih kecil.Alena membeku dan air mata terus mengalir tanpa suara. "Tidak…!”Kieran memegang bahunya. "Alena…,""Tidak mungkin dia!” pekik Alena. Pria di depan mer

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 214. Gudang Tua

    Rambutnya telah memutih dan wajahnya terlihat lebih kurus dibandingkan terakhir kali Alena melihatnya, Alena mengenal wajah itu."Ayah…?" suara Alena hampir tidak terdengar.Tangannya gemetar lalu disusul dengan foto berikutnya yang muncul, memperlihatkan Richard sedang duduk di kursi dengan tangan terikat dan di belakangnya, berdiri seorang pria.Alena membeku karena ia mengenal pria itu."Kieran…?""Aku melihatnya,” jawab Kieran. "D– ddiaa…?".Alena tidak sanggup melanjutkan.Kieran memperhatikan foto tersebut dengan rahang mengeras, karena pria di belakang Richard bukan lah Soren, bukan Gabriel, bukan Leonard dan bukan pula Sergei.Pria itu adalah seseorang yang selama ini tidak pernah mereka curigai sama sekali, seseorang yang pernah berada sangat dekat dengan keluarga Volkov.Ponsel kembali bergetar dan sebuah pesan baru muncul. “Datang ke pabrik lama sebelum tengah malam! Datang berdua, kalau kalian membawa orang lain maka Richard akan mati!”Alena menatap Kieran. "Aku harus seg

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 213. Penghianatan Dibalik Darah

    “Karena aku tahu apa yang harus kulakukan!” Alena menoleh kepada Kieran. Kieran memahami tatapan itu tanpa kata-kata, ia bergerak cepat, hingga satu anak buah Soren diserang dari samping. Damar dan Anton juga langsung bergerak, gudang berubah menjadi kekacauan. Teriakan dan suara langkah kaki memenuhi ruangan. Kieran menerjang ke arah William, Alena berlari bersamanya. Soren berusaha untuk mundur. Namun Sergei menghadangnya. “Tidak!” Soren menatap Sergei. “Kamu berani menghalangiku?” Sergei menjawab dingin. “Aku tidak akan membiarkan anak Richard disentuh!” Gabriel pun ikut bergerak dan untuk pertama kalinya, musuh-musuh lama itu berdiri di sisi yang sama. Alena mencapai William. “Mama!” panggil William. Alena langsung memeluk putranya. “Tidak apa-apa,” William menangis di dadanya. “Papa!” Kieran datang da ia memeluk mereka berdua. “Papa di sini,” Alena memejamkan matanya dan untuk sesaat, seluruh dunia seakan menghilang. Ia hanya mendengar tangisan Wil

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 6. Bukti Pertama

    “A—apa? Bekerja? Bekerja apa?” Alena bertanya-tanya. Kieran menatap datar ke arah Alena, kesal karena masih harus menjelaskan. Ia kemudian mengedikkan kepala ke arah Jaxon dan memberi perintah, “Jax, jelaskan!” Jaxon menyalakan laptop dan membuka map hitam itu di depan Alena, memintanya untuk mem

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 5. Malam Pertama di Penthouse

    “Ugh! Sialan!”Alena mendengus kesal setelah sudah berada di kamarnya sendirian. Rencana melarikan dirinya gagal. Tidak di rumah, tidak juga di penthouse mafia ini, ia tidak pernah berhasil lepas dari cengkraman mereka.Tak merasa mengantuk, Alena memutuskan untuk membuka map hitam yang dilempar K

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 4. Tidak Ada Jalan Keluar

    “Ayo, aku antar ke kamarmu!” kata Jaxon. Alena hanya menunduk pelan, berjalan tertatih mengikuti arah Jaxon. Sebelum itu Jaxon memotong kabel yang mengikat tangan Alena terlebih dahulu, terlihat tangannya sudah terluka parah akibat ikatan yang terlalu kencang. Jaxon lalu memberinya handuk dengan

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 3. Di Penthouse

    Kriet! Tubuh Alena berjengit kaget, saat pintu mobil terbuka. Ia masih berdiam diri di mobil, takut kalau-kalau melakukan kesalahan. Alena tertegun melihat bangunan Penthouse mewah yang berada di ketinggian 300 meter dari permukaan laut, dengan pemandangan indah kota Novara City. “Sepertinya

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status