Share

Bab 72. Penjara

Author: RKamila
last update publish date: 2026-07-21 19:38:02

Alena menutup matanya, ia sangat mual. Lalu Alena mencabut flashdisk A dan menyolokkan Flashdisk B.

Isinya ternyata berbeda yaitu sebuah video editan dan dokumen palsu, saat Kieran tanda tangan kontrak jual beli Alena, Kieran transfer uang ke Viktor, Kieran yang menculik Alena dari rumahnya.

Ada tulisan di akhir video tersebut yang membuat Alena tercengang yaitu. "Kalau kamu pakai ini, Volkov akan bersih dan kamu bebas tapi Kieran yang masuk penjara!”

Alena mematikan laptopnya hingga membuat a
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 192. Hanya Pintu Pembuka

    Foto itu diletakkan di atas meja dan di sebelahnya terdapat dokumen R-09, dua benda yang sederhana. Namun keduanya seperti serpihan dari masa lalu yang perlahan menyusun sebuah luka lama."Kalau Gabriel memang terlibat…?" Kieran berhenti sejenak. "Kenapa Richard tidak pernah menyebut namanya selama ini?""Itu yang membuatku takut, Kieran," lalu Alena menatap foto itu. "Karena mungkin... Ayah tidak tahu,”Kemudian Kieran mengangguk. "Atau dia tahu, tapi tidak sempat untuk membuktikannya?”Alena terdiam, seketika air matanya jatuh tanpa suara. "Aku selalu berpikir bahwa keluargaku hancur karena mereka memang yang memilih dunia itu,” ucap Alena lalu ia tersenyum getir. "Viktor, mafia, pengkhianatan... aku pikir ini semuanya terjadi karena kesalahan mereka sendiri,”Kieran menggenggam tangannya. "Tapi sekarang?""Sekarang aku sadar…," suara Alena terdengar bergetar. "Mungkin ada seseorang yang membuat keluargaku terlihat bersalah,”Kieran tidak menjawab ia hanya mengusap punggung tangan

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 191. Orang yang Terlalu Dekat

    Kieran langsung menatapnya. "Kamu kenal?”Alena menggeleng perlahan. "Tidak,”Suara itu kembali terdengar. "Kami tidak datang untuk mengambil anakmu,”Alena mengepalkan tangan."Kami hanya ingin sesuatu yang menjadi milik keluarga Volkov,”Kieran berbisik. "Mereka tahu tentang dokumen itu?”Alena menatap laptop yang ada di ruang tengah. "Biarkan mereka mengira dokumennya masih di sini!”Kieran tersenyum tipis karena untuk pertama kalinya di malam itu, ia melihat sorot mata Alena berubah. Ketakutan perlahan digantikan oleh keberanian."Kalau mereka datang mencari perangkap…,"Alena mengambil flashdisk yang berisi salinan asli dan memasukkannya ke saku. "...kita beri mereka perangkap!”Kieran menatapnya beberapa saat kemudian ia tersenyum. "Itulah Alena yang kukenal,”Tak berselang lama akhirnya pintu depan pun terbuka, bukan karena mereka membukanya melainkan karena kuncinya sudah dibobol.Empat pria masuk dengan pakaian berwarna hitam, gerakannya sangat terlatih. Namun sebelum mereka

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 190. Perangkap yang Berbalik Arah

    Alena berbisik. “Dia masih di dekat kita?” Kieran menatap layar. “Ya!” Kemudian Alena menghapus air matanya. “Kalau begitu kita tidak akan mengejarnya!” Kieran langsung menoleh. “Kita?” Alena mengangguk. “Kita akan buat dia datang kepada kita,” Senyum tipis muncul di wajah Alena dan untuk pertama kalinya, ada sesuatu yang berbeda dalam tatapannya. Bukan lagi seorang putri yang mencari asal usul keluarganya, melainkan seorang perempuan yang mulai memahami cara dunia mafia bekerja. Lalu Alena mengangkat ponselnya. “Sebarkan kabar bahwa aku sudah menemukan dokumen Volkov!” Kieran mengerti. “Dan katakan bahwa aku akan menyerahkannya kepada pihak berwenang!” Alena mengangguk. “Padahal? Kita simpan salinannya,” Kieran tersenyum. “Juga kita memasang jebakannya,” “Ya,” Alena menatap foto keluarganya. “Kalau dia begitu takut pada dokumen ini…,” Alena menarik napas. “…berarti dia akan datang mengambilnya!” Di luar rumah, angin malam berembus semakin kencang dan jauh di

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 189. Kotak Terakhir Milik Volkov

    Samuel menatapnya dengan wajah tegang.“Richard pernah mengatakan kepadaku…,”“Apa?” tanya Alena. “Suatu hari nanti, kalau semua orang yang dia percaya mengkhianatinya, hanya satu orang yang masih boleh membuka tempat terakhirnya,” kata Samuel. Alena menatap kunci itu. “Siapa?”Samuel menjawab pelan. “Putrinya,”Jari Alena langsung bergetar, lalu ia memasukkan kunci dan terdengar suara Klik.Kotak terbuka tidak ada senjata di dalamnya dan tidak ada uang, juga tidak ada benda yang aneh.Hanya beberapa lembar dokumen, sebuah kartu memori, dan satu surat yang ditulis tangan.Alena mengambil surat itu dan di bagian depan tertulis. “Untuk Alena,”Napas Alena seketika tercekat lalu ia membuka secara perlahan, tampak tulisan Richard memenuhi halaman. “Alena, jika surat ini sampai ke tanganmu, berarti aku gagal melindungi keluargaku,”Air mata Alena langsung jatuh.Kieran berdiri diam di sampingnya.Alena terus membaca. “ Jangan percaya semua yang dikatakan orang tentang Papa,”Tangan Alena

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 188. Siapa Dalang Sebenarnya

    "Belum,” kata Ashley. "Kenapa?" tanya Alena. "Karena Samuel sedang menyimpan sesuatu,” ucap Ashley. Alena mengerutkan keningnya. "Apa?"Lalu Ashley mengambil sebuah kotak kecil dari meja. "Kunci,”Alena menatap kotak itu. "Kunci apa?""Brankas milik Richard!” ketus Ashley. Jantung Alena berdegup kencang. "Papa tidak pernah memberitahuku tentang brankas?”"Karena dia menyembunyikannya,” Ashley tersenyum. "Dan hanya ada satu orang yang bisa membukanya,”Alena terdiam sesaat. "Siapa?"Ashley menatapnya. "Kamu!”Hening! Kieran langsung memahami sesuatu. "Jadi itu alasan kalian membutuhkan Alena?”Ashley mengangguk. "Richard menyimpan bukti terakhir tentang jaringan Viktor,”Samuel tiba-tiba berkata. "Jangan percaya dia, Alena!”Ashley menoleh. "Diam!”Samuel hanya tertawa kecil. "Sudah terlambat,”Alena lalu memandang Samuel. "Di mana brankas itu?"Samuel tidak menjawab.Kemudian Ashley mendekat. "Kalau kamu ingin tahu, maka kamu harus mengikuti kami,”Kieran berdiri di depan Alena.

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 187. Malam Ketika Alena Memilih

    Samuel menatap foto tersebut. “Alena?”“Ya!” kata pria itu. _____Malam pun semakin larut dan di ruko kecil Rajut Asri, Alena berdiri di dekat jendela. Ia memandangi William kemudian menatap Kieran. “Besok malam kita datang,”Kieran mengangguk. “Bukan untuk memilih salah satu dari keluargaku,” ucap Alena lalu tatapannya berubah tegas. “Kita datang untuk mengambil semuanya,”Kieran tersenyum tipis. “Itu baru istriku!”Alena menggenggam foto Richard, Eleanor, dan Adrian. Seketika air matanya masih jatuh.Tetapi kali ini ia tidak membiarkannya melemahkan langkah.Karena di balik rasa takut itu, sesuatu yang lebih kuat telah tumbuh. Yaitu darah Volkov.Bahkan besok malam, dunia mafia akan mengetahui bahwa Alena bukan lagi gadis yang menunggu keluarganya untuk diselamatkan.Ia akan datang sendiri dengan Kieran yang berada di sisinya dan siapa pun yang berani menjadikan Richard, Eleanor, Adrian, atau William sebagai pion. Maka mereka akan berhadapan dengan keluarga yang sudah tidak punya

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 3. Di Penthouse

    Kriet! Tubuh Alena berjengit kaget, saat pintu mobil terbuka. Ia masih berdiam diri di mobil, takut kalau-kalau melakukan kesalahan. Alena tertegun melihat bangunan Penthouse mewah yang berada di ketinggian 300 meter dari permukaan laut, dengan pemandangan indah kota Novara City. “Sepertinya

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 2. Percobaan Kabur

    “Ini barangnya bos!” kata tangan kanan Kieran yang ia panggil Jax. Alena masih menunduk, tapi matanya berusaha melirik pandangan yang tertutupi rambutnya. Rupanya Jax masih tersambung dengan Kieran. ‘Tidak, ia tampak sedang video call kearahku!’ kata Alena dalam hati. Ia terus melirik kearah Jax

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 6. Bukti Pertama

    “A—apa? Bekerja? Bekerja apa?” Alena bertanya-tanya. Kieran menatap datar ke arah Alena, kesal karena masih harus menjelaskan. Ia kemudian mengedikkan kepala ke arah Jaxon dan memberi perintah, “Jax, jelaskan!” Jaxon menyalakan laptop dan membuka map hitam itu di depan Alena, memintanya untuk mem

  • Gadis Tawanan Tuan Mafia   Bab 1. Transaksi Berhasil

    "Senyum, Alena! semua ini demi keluarga kita!" bentak Richard volkov, matanya membidik kasar putrinya. Suara itu menusuk lebih dalam dari angin malam yang menyusup lewat celah seng. Alena berdiri kaku di tengah Gudang Tua pinggir Pelabuhan kota Novara City. Alena mendengus geli mendengar ucapan R

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status