"Arkan, kau tidak mau melihat putra dan putrimu?"Ratna baru saja melangkah masuk ke dalam ruangan tempat Kiana dirawat. Ia mendapati menantunya yang masih terbaring belum sadarkan diri. Lebih tepatnya, Kiana baru saja dipulangkan dari ruang jenazah setelah pingsan di sana tadi."Nanti saja, Ma..." jawab Arkan pelan, dengan mata hanya berfokus pada wajah pucat sang istri.Ratna lebih mendekat, lalu mengusap lembut pucuk kepala menantunya."Apa dia belum sadar juga, Arkan?" tanya Ratna tampak khawatir menatap wajah Kiana."Sudah, Ma. Tadi dia sempat sadar, lalu pingsan kembali.""Pingsan? Kenapa bisa pingsan lagi, Nak?" tanya Ratna heran."Tadi... Kiana sangat ingin bertemu dengan ibunya. Jadi Arkan membawanya ke ruang jenazah. Mungkin karena syok, sesampainya di sana dia langsung pingsan," jawab Arkan jujur.Ratna menghela napas panjang, merasa sangat sedih dengan nasib menantunya itu. "Kenapa harus terjadi hal seperti ini... Kasihan sekali dia... Di hari bahagia menyambut kelahiran b
Last Updated : 2026-08-02 Read more