Keesokan harinya, terlihat Arkan sedang mengganti perban di bahu istrinya. Kiana sedari tadi terus membuang muka, tidak mau menoleh sedikit pun ke arah pria itu. Tentu saja Arkan melakukannya dengan sedikit paksaan, karena Kiana sama sekali tidak mau bekerja sama, ia terus saja meronta dan menolak tapi tetap dipaksa. "Ayo kita ke rumah sakit untuk mengobati lukamu ini, Kiana," ucap Arkan tiba-tiba. "Aku tidak mau," tolak Kiana dingin, matanya tetap lurus ke depan tanpa menoleh. "Kau sudah menandatangani surat cerai itu?" tanya Kiana tiba-tiba. Jari Arkan terhenti sejenak, lalu menjawab tegas, "Aku sudah merobeknya." Arkan tetap tenang, kembali merapikan perban di bahu istrinya. Kiana langsung menoleh kaget. Ternyata semalam, setelah dia tidur, Arkan kembali keruang kerja dan merobek surat itu membuangnya ke tempat sampah. "Aku bilang aku ingin bercerai! Kau tidak berhak menahanku terus di sisimu! Jika kau memaksaku tetap di sini, aku akan membencimu seumur hidup!" "
Last Updated : 2026-08-17 Read more