"Apa katamu?" tanya Arkan, seolah menangkap gumaman pelan yang baru saja terucap dari bibir Kiana.Kiana tersentak, tak menyangka Arkan bisa mendengar ucapan lirih dari bibirnya. "Ah... tidak, Tuan. Saya tidak mengatakan apa pun," elaknya cepat, jantungnya berdegup kencang."Baiklah, seperti yang kukatakan, mulai besok kau tidak usah bekerja lagi.""Baiklah kalau begitu, Tuan..." Dia merasa lega karena ternyata Arkan tidak mendengarnya.Dia juga hanya bisa mengangguk pasrah, mengikuti keinginan pria itu meskipun hatinya sebenarnya berat sekali untuk menerima.Tapi, apa yang dikatakan Arkan itu ada benarnya juga. Jika nanti ia melahirkan di kantor, pasti akan menjadi keributan besar yang tidak diinginkan siapa pun."Kau boleh keluar.""Baik, Tuan."Saat ia berbalik dan melangkah hendak keluar, kakinya tiba-tiba terhenti. Kiana kembali membalikkan badan menghadap Arkan."Tuan..." Panggilnya ragu."Hm?" Arkan melihatnya, menunggu jawaban.Kenapa aku tidak bilang saja yang sebenarnya seka
Last Updated : 2026-07-30 Read more