"Jangan bergerak. Biarkan begini sebentar," bisik Zayn rendah. Embusan napas hangatnya menyapu ceruk leher Azalea membuat gadis itu merinding geli.Azalea berusaha melepas cengkeraman tangan Zayn di pinggangnya, namun tenaga Zayn jauh lebih kuat. "Zayn, lepas. Nanti ada yang lihat.""Biarkan saja," jawab Zayn santai. Bukannya melepas, pemuda itu justru makin menyandarkan dagunya di bahu Azalea, menikmati aroma tubuh gadis itu yang selalu berhasil menenangkan pikirannya yang riuh. "Kenapa lari, hm?""Aku tidak lari. Cuma ingin istirahat sebentar, sebelum kita sampai," alih Azalea. Tatapannya mengarah keluar, melihat birunya air laut di kejauhan. Ia coba bersikap datar dan biasa saja, gengsi membuatnya enggan bicara jika ia tidak suka Zayn dekat-dekat dengan wanita lain. Zayn terkekeh pelan. Suara tawanya yang berat dan dekat di telinga Azalea terasa begitu intim. Sejak tadi Azalea lebih kalem dan diam, Zayn yakin ada yang aneh dari gadisnya. "Bicara padaku, Lea," bujuk Zayn lem
อ่านเพิ่มเติม