Jatuh cinta? "Zayn, tanganmu...," bisik Azalea, berusaha mengabaikan hangat jemari Zayn yang baru saja mengusap lembut pipinya. Ia mencoba untuk tidak terbawa perasaan karena tahu Zayn mungkin hanya sedang meledeknya. Pemuda itu tidak mungkin mengungkapkan cinta secara terang-terangan. Zayn tidak langsung melepaskannya. Ia menatap Azalea dalam-dalam selama beberapa detik, menikmati rona merah yang merambat di pipi gadis itu, sebelum akhirnya mengambil alih tongkat jalan di tangan Azalea."Jalan yang benar," titah Zayn datar.Tanpa meminta izin, Zayn kembali merangkul pinggang Azalea dari samping. Ia menopang separuh berat badan gadis itu agar kakinya yang sakit tidak perlu menapak terlalu keras, sementara tangan kanannya membawakan tongkat Azalea.Sikapnya begitu dominan dan santai, seolah hal itu tidak bisa dibantah."Zayn, aku bisa jalan sendiri..." protes Azalea pelan. Padahal dalam hati, ia sangat terbantu karena langkahnya jadi jauh lebih ringan."Kamu terlihat sangat m
اقرأ المزيد