Zayn berdiri di dekat mobilnya, ia merasa sudah bersikap lebih ramah. Namun, Dina menolaknya. Wanita paruh baya itu tidak mau menumpang, malah terburu-buru menyingkir dan menarik Azalea pergi dan memasuki taksi.Sepanjang perjalanan, Azalea terus menatap ibunya dengan bingung. Setelah sampai barulah ia memutuskan untuk bertanya. "Ibu, kenapa?" tanya Azalea cemas. Ia menangkap gurat ketakutan di wajah ibunya. "Kok, tumben cuek sama Zayn? Bukannya Ibu senang, kalau--""Mulai sekarang jauhi, Zayn, Lea. Cukup berteman saja, tapi jangan terlalu dekat," kata Dina yang membuat kening Azalea mengernyit makin dalam. "Memang kenapa, Bu? Aku dan Zayn memang berteman." Azalea menjawabnya dengan polos, ia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang ibunya pikirkan."Lea, Zayn itu anak orang yang sangat kaya ya?" Dina yakin dari mobil yang tadi dipakai Zayn, itu adalah mobil mewah berharga miliaran. "Orang kaya selalu memilih yang setara, Lea. Ibu hanya tidak mau, suatu saat kalau kalian saling
Read more