Azalea langsung mengusap pipinya, ia berusaha bangkit. "Dokter, apa Dokter bisa tolong ibuku?" Gadis itu langsung memohon, bahkan memegang lengan sang dokter dengan gemetar. Terlihat jelas binar penuh harap di sorot matanya. "Nak, tenanglah. Ibumu sedang diperiksa oleh dokter lain," ujar dokter itu, masih dengan suara rendah. "Saya dokter kandungan, tentu saja itu bukan wewenang saya. Tapi ..."Dokter itu menggantung kalimatnya, lalu mengeluarkan sebutir permen dan meletakkannya di telapak tangan gadis itu."Tidak usah panik. Duduklah dulu, kamu bisa makan yang manis-manis agar lebih tenang." Dokter itu menuntun Azalea untuk duduk.Azalea kembali termangu, menatap permen di telapak tangannya. "Dokter Marvel!" panggil seorang perawat yang berjalan dengan langkah tergesa-gesa, ia lalu meminta dokter yang sedang berdiri di hadapan Azalea untuk bergegas ke ruang operasi. Tanpa menunggu, Marvel beranjak. Sebelumnya ia hanya menoleh sekilas ke arah Azalea yang juga menatapnya sambil
Read more