Azalea bingung mencari jawaban, ia menunduk dengan rasa bersalah. "Zayn, kamu marah padaku?" Azalea balik bertanya. Ia menatap Zayn lekat-lekat, dan sebaliknya Zayn juga menatapnya dalam diam.Keduanya seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Suasananya jadi aneh, Haikal mengusap lehernya. Begitu pun Ezra yang dibuat canggung. "Ini markas kita kan?" bisik Ezra, menepuk pundak Haikal yang kini memilih bangkit. "Aku ingin ke kelas." "Hei, hei, ayolah ... jam istirahat masih lama." Ezra malas sekali beranjak dari sana. "Ke lapangan basket saja," desah Haikal, menarik Ezra menghabiskan waktu di tempat lain, ketimbang harus berada di ruang itu dan terlibat drama babu dan majikan yang sedang tantrum. Kepergian Ezra dan Haikal menambah sepi. Sementara Azalea dan Zayn masih berada di posisi yang sama. "Lea. Kamu tahu prioritas?"Azalea terdiam, ia dengar tapi memberi waktu Zayn unt
Read more