"Zayn, apa yang dikatakan Haikal benar. Aku mengerti, kok," kata Azalea dengan pipi memerah. "Aku tidak akan--" "Tidak perlu dibahas," potong Zayn enggan mendengar omong kosong. "Lebih baik kamu lihat ini."Zayn menyodorkan selembar brosur kompetisi melukis tingkat nasional di atas meja. Dia ingin Azalea berpartisipasi dalam ajang bergengsi tersebut.Mata Azalea membulat, lalu dengan cepat menggeleng. "Aku masih amatiran, aku tidak yakin cukup layak mengikuti kompetisi ini, Zayn." "Kalau kamu berhasil meraih juara, kamu akan mendapat nilai plus dari sekolah.”“Benarkah?”“Posisimu sebagai anak beasiswa akan aman," jelas Zayn yang membuat Azalea langsung mempertimbangkan. Gadis itu tersenyum penuh binar. "Serius kan, Zayn?" Azalea kembali memastikan.Zayn mengangguk. "Baiklah, aku akan mencobanya. Terima kasih, Zayn."Kompetisi itu masih lama, mungkin setengah bulan lagi. Jadi, Azalea masih punya banyak waktu untuk mengasah bakatnya. Sementara sekarang, ia harus sering latihan chee
Read more