"Apa kita perlu merayakannya di atas Gunung Saujana?" tanya Reygan lembut. Jemarinya terangkat menyelipkan sehelai rambut panjang Elara yang menghalangi paras cantiknya ke belakang telinga. Elara tertawa kecil. Tangannya terangkat, mendorong pelan dada bidang Reygan yang malam ini hanya terbalut kaus tipis santai untuk bersiap tidur. "Kembalilah ke kamarmu, Tuan Valero, atau aku akan pulang ke rumah malam ini juga," ancam Elara setengah bergurau. "Kamu tidak akan pernah bisa mengusirku dari apartemenku sendiri, Nyonya Valero," balas Reygan tersenyum tipis. Elara mengulum bibirnya rapat-rapat, berusaha keras menyembunyikan getaran yang menyelimuti dadanya malam ini. Di bawah pendar lampu kamar yang temaram, Reygan yang menyadari sebagian besar beban berat masalah keluarga dan perusahaan mereka telah terangkat, akhirnya kini bisa bernapas lega. Tanpa meminta izin, pria itu merebahkan kepalanya santai di atas pangkuan Elara. Ia memejamkan mata, membiarkan jemari lentik wa
Last Updated : 2026-08-04 Read more