"Rey," panggil Zavier, menatap heran ke arah sahabatnya yang sejak tadi terus tersenyum sendiri memandangi layar ponsel. Reygan menoleh sekilas tanpa menghentikan jemarinya. "Kenapa, Zav?" tanya pria itu singkat, lalu kembali sibuk mengetikkan pesan balasan untuk Elara. "Bisa nggak, sih... kita kumpul lagi berempat kaya dulu?" tanya Zavier pelan. Pria itu lantas menyesap wiski dari gelasnya, menatap nanar es batu yang perlahan meleleh. Gerakan jemari Reygan terhenti seketika. Ia menoleh perlahan, menatap Zavier dengan rahang yang mengeras. "Juna udah menentukan pilihannya," sahut Reygan dingin, memutus harapan yang sempat muncul di raut wajah Zavier. "Sebagai pengacara, dia harusnya tahu betul mana korban dan mana pelaku sebenarnya." Zavier menghela napas berat. "Dia terpaksa, Rey. Lo tahu sendiri, di antara kita bertiga, cuma Juna yang paling dipercaya sama orang tua lo. Mungkin karena gue sama Yuda sukanya main-main, beda sama Juna yang selalu serius." Reygan terdi
Last Updated : 2026-07-26 Read more