Kinan bergerak cepat merebut kembali ponsel dari genggaman Zheydan, membuat pria itu terperanjat kaget. "Halo, Zhe? Nanti aku telepon lagi, ya. Ini ada pelanggan yang minta pesanannya dipercepat," ujar Kinan terburu-buru pada seberang telepon. "Oke, Kinan. Aku tunggu, ya. Bye..." "Bye, Zhe..." Setelah panggilan terputus, Kinan bertolak pinggang. Matanya menatap tajam Zheydan yang masih membeku dengan wajah tegang. "Maksud kamu apa, main ambil ponsel orang sembarangan?" cecar Kinan kesal. "Itu... aku..." Zheydan terbata, kehabisan kata-kata. Kinan menghela napas panjang. "Apa? Kalau udah enggak sabar mau minum kopi, bilang aja, Zheydan! Tunggu di sini, aku buatkan dulu." Baru saja Kinan membalikkan badan, Zheydan mendadak mendaratkan cengkeraman kuat di pergelangan tangannya. Pria itu bertindak refleks tanpa sadar betapa besarnya tenaga yang ia keluarkan. "Aww! Sakit! Lepasin, Zheydan!" ringis Kinan seraya berusaha menarik lengannya dari genggaman kekar pria
Last Updated : 2026-08-09 Read more