Arjuna memegang tangan istrinya. Tatapan matanya tertuju pada layar yang ada di dinding, yang akan segera menampakkan wajah buah hatinya.Dokter Ira menggerak-gerakkan alat USD di atas perut Nadira. Dia ingin mengintip wajah bayi direktur rumah sakit ini, tapi sayangnya bayi yang sedang tidur itu malah menutupi sebagian wajahnya.“Dok, bayinya tidur. Mukanya ditutupin tangan,” ucap Dokter Ira.“Eh iya. Kok bisa gitu ya,” ucap Nadira membenarkan.“Kok bisa gitu sih tidurnya. Udah kayak orang tua aja tidurnya sampe mukanya ditutupin. Sengaja bener dia, gak mau diliat,” gumam Arjuna setengah kecewa.Dokter Ira melihat ke Arjuna. “Mau bikin kejutan kayaknya, Dok. Lucu ya.”Nadira mengusap perutnya pelan. “Dek, bangun dong. Papa mau lihat loh. Ayo dong, sayang,” ucap Nadira, berbincang dengan bayinya.Tapi sayangnya, meski sudah dikulik-kulik, bayi dalam kandungan Nadira itu tidak bergerak sama sekali. Sepertinya tidurnya sangat nyenyak, tidak peduli ada orang tuanya.Arjuna menghela napas
Read more