“Siapa ya,” gumam Agus pelan sambil melihat ke arah pintu depan. “Apa jemputannya Nadira,” lanjutnya lagi sambil berjalan ke arah pintu. Agus melihat tamunya dulu lewat jendela. Setelah memastikan dia mengenal tamunya, Agus segera membuka pintu rumahnya. “Eh, Bu Erna. Ada apa, Bu?” tanya Agus menyapa tamunya. “Pak, kayaknya Mbak Nadira lagi di rumah ya? Bisa ke rumah saya bentar gak, Pak? Anak saya Pak ...” Bu Erna tidak meneruskan kalimatnya. “Anaknya kenapa, Bu?” tanya Agus ikut panik. “Siapa, Yah?” panggil Nadira dari dalam rumah. Agus berbalik dan melihat Nadira berdiri di ruang tengah. Bu Erna melongok ke dalam rumah. “Mbak ... anak saya kejang. Tolongin anak saya!” “Kejang? Pulang dulu, Bu. Saya susul ke sana!” Setelah memberi perintah, Nadira langsung menuju ke kamarnya. Dia mengambil jaket dan ponselnya lali segera berjalan cepat ke arah lemari penyimpanan alat kedokterannya. Agus yang sudah biasa membantu di rumah, sudah menyiapkan tas, tempat Nadira akan memasukka
Read more