مشاركة

Bab 46. Racun Pikiran

مؤلف: Lady_Rain
last update تاريخ النشر: 2026-06-24 13:05:57

“Ha-hamil?” ucap Nadira pelan sambil terus melihat ke Arjuna.

Badan Nadira membeku. Dia tidak percaya dan berharap pendengarannya salah.

Sendok di tangan Nadira mendadak akan terjatuh. Untung saja Arjuna dengan cepat menangkapnya sebelum terjun di atas selimut.

Arjuna menyingkirkan kotak makan istrinya. Dia melipat meja lipat itu dan kembali duduk di tempatnya.

Nadira masih membeku. Akal sehatnya seperti masih tidak bisa menerima kabar itu.

Tapi dia sudah menikah. Bahkan d
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (1)
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
idihhh males banget ni perempuan, menyebalkan. dia yg mulai eh dia yg kebakaran jenggot
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 98. Mengunjungi Mahendra

    “Is-istri?”Suster Ira kaget setengah mati mendengar pernyataan Arjuna. Dia sampai langsung menoleh ke Nadira untuk mengonfirmasinya.Tapi, tanpa perlu dia bertanya, sikap dokter muda itu tampak tenang, tidak terusik atau kaget sama sekali.Nadira hanya melihatnya sekali, melempar senyum tipis, lalu kembali melakukan sisa pekerjaannya.Suster Ira yang masih kaget, kembali melihat ke Arjuna.“Kok ... kok bisa. Bukannya Dokter sam—““Apa saya harus lapor ke kamu gimana saya nikahin Nadira?” potong Arjuna.Suster Ira menggeleng cepat. “Gak, Dok. Gak perlu. Saya ... saya mengerti.”Arjuna menyerahkan berkas yang baru saja dia tanda tangani ke istrinya. “Kamu boleh sebarkan ini kalo emang kamu rasa itu pantas,” ucap Arjuna lagi.”Lagi-lagi Suster Ira kaget dengan ucapan Arjuna. Ucapan Arjuna seperti sedang melempar tuduhan kepadanya.“Bukan saya, Dok. Sumpah bukan saya.”“Saya gak pernah bi

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 97. Hari Pertama

    “Eh, tuh dia tuh. Pelakor gak tau malu akhirnya masuk juga.”“Iya. Gak tau mau banget ya dia.”“Ya gak lah. Kan dia selingkuhan dokter berpengaruh dj sini. Mana mungkin dia takut.”“Muka tembok! Gayanya aja pinter dan kerja paling keras. Gak taunya ada maunya.”“Pinter ya bidikannya. Langsung ke kepala bedah. Gila sih itu.”Cibiran pedas langsung menyapa telinga Nadira di hari pertamanya dia bekerja. Pedih memang, tapi suaminya sudah berpesan agar tidak memedulikan omongan itu.Tapi beda dengan Nadira. Wanita itu masih punya perasaan halus.Setiap ada sindirian pedas atau sekedar lirikan tajam yang mengarah kepadanya, dia masih menundukkan kepalanya.Hatinya masih merasa sakit dan dia hanya bisa menghindar dari pada menjawab.Nadira membereskan barang-barangnya. Kali ini dia akan bersiap pindah ke poli bedah, seperti yang diperintahkan oleh suaminya.Beberapa rekan dokter melihat ke arahnya. Tentu saja tatapan mereka langsung terarah ke perut Nadira yang tengah digosipkan sedang meng

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 96. Jangan Pedulikan Mereka

    Jari Nadira menari di atas layar ponselnya. Dia membalas pesan Mira yang datang kepadanya.Nadira melepas napas kasar.“Baru juga mau balik kerja. Udah bakalan di sambut ama gosip baru,” gumam Nadira sambil melihat ponselnya.Nadira melihat perutnya yang mulai terlihat sedikit membesar dari perutnya dalam keadaan normal.“Kayaknya emang udah gak bisa disembunyiin lagi. Ya udah lah, pasrah aja. Lagian aku bentar lagi udah gak di sana lagi,” ucap Nadira mencoba membiasakan diri dengan kenyataan kehamilannya yang tidak bisa dia sembunyikan lagi.Lagi pula kabar ini juga sudah diketahui oleh Sinta dan Mahendra.Cepat atau lambat, kabar ini pasti akan meledak juga.Nadira merapikan kardigan yang dia pakai. Dia akan berbelanja cepat hari ini, karena dia masih akan istirahat, sebelum besok dia akan kembali bekerja.Setelah berbelanja, Nadira mulai menyiapkan scrub-nya yang akan dia bawa ke rumah sakit.Rasanya seperti sudah lama sekali dia cuti, sampai dadanya kembali dag dig dug menyambut h

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 95. Kabar Pagi Hari

    Nadira menatap suaminya dengan malu-malu. Dia memegang leher kuat suaminya dan menatap wajah tampan itu dalam jarak yang sangat dekat.Sisa aroma parfum suaminya, setelah bekerja seharian pun masih bisa dia cium.Nadira sampai malu sendiri, saat dia duduk di gendongan Arjuna menuju ke apartemen mereka.Arjuna memang sengaja menggendong istrinya masuk ke dalam apartemen. Meski kandungan Nadira sudah dinyatakan lebih baik, tapi dia masih tidak ingin Nadira banyak bergerak.Dia masih ingin menjaga bayi mereka yang sempat terlewatkan olehnya.Arjuna menurunkan istrinya perlahan di sofa tengah. Dia kemudian ikut duduk di samping istrinya.Nadira yang masih malu, lebih banyak menunduk saat Arjuna menatapnya.Padahal ini bukan pertama kalinya mereka bersama. Tapi rasanya tetap saja terasa berbeda.“Kamu mau langsung tidur?” tanya Arjuna yang juga merasa sedikit canggung.Nadira menoleh ke suaminya. “Saya mau bikin susu dulu, Dok.”“Biar saya buatkan.”“Gak usah, Dok. Saya bisa bikin sendiri.

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 94. Tersipu

    Arjuna sedang berdiri di depan sebuah brankar di ruang ICU. Pasien yang baru saja keluar dari ruang operasi itu masih belum sadar.Dia menatap dua orang pasien yang dia duga kuat memiliki hubungan dengan tas pemberiannya untuk Sinta.Kevin dan adiknya ada di depan Arjuna. Mereka masih dalam keadaan tidak sadar, setelah menjalani operasi.“Besok, kalian harus bangun. Kalian harus jelaskan kenapa tas itu ada di mobil kalian,” ucap Arjuna pelan.Arjuna masih berdiam melihat kedua pasiennya. Pikirannya makin kesal, karena ternyata kelakuan istrinya sudah melebihi batas.Ponsel Arjuna bergetar. Dia mengambil benda pipih itu dari dalam seragam operasinya.Ada nama Nadira di sana. Arjuna pun segera keluar dari ruang ICU, untuk menerima kabar dari istrinya.“Ya Nad, ada apa?” tanya Arjuna.“Pagi, Dok. Saya cuma mau sampaikan kalau hari ini saya sudah bisa rawat jalan,” lapor Nadira di seberang sana.“Kamu udah

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 93. Panik

    Wajah Mahendra berubah sangat serius saat dia mendengarkan info yang disampaikan oleh Iwan. Tangannya sampai memegang sandaran tangan kursi rodanya dengan sangat kuat.Tak ada suara yang keluar dari mulut Mahendra saat ini. Dia hanya diam sambil terus mendengarkan dan berpikir.“Pak,” panggil Iwan yang tidak mendapatkan respons dari atasannya.“Terus awasi dan laporkan ke saya. Pantau pergerakan Sinta. Jangan sampai ketahuan,” titah Mahendra.“Baik, Pak.”Mahendra mengakhiri panggilan telepon itu.Tangan pria itu seketika menjadi lemas. Dia mengatur napasnya agar jantungnya tidak kembali bereaksi saat dia terus menerima pukulan dari putrinya.Entah apa yang dia lakukan beberapa tahun ini, sampai dia sama sekali tidak mengetahui kelakuan putrinya sendiri.Mungkin juga karena selama ini Arjuna selalu menjaga dan melindungi Sinta dengan sangat baik, sampai dia tidak melihat kesalahan Sinta.Kepercayaannya pada Arjuna yang besar, membuatnya buta.

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 42. Hari H

    Sinta berdiri membeku di ambang pintu. Senyumnya perlahan mulai memudar melihat pemandangan di depannya.Tatapannya terpaku pada Arjuna dan Nadira yang masih berdiri berpelukan seperti pasangan sejati.Melihat Sinta masuk, Nadira langsung mendorong badan suaminya. Wajah wanita itu langsung pucat, m

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 5. Siapkan Diri Kamu

    Tangan Nadira mengusap lembut punggung tangan ayahnya. Tangan yang biasanya memberinya banyak kehangatan dan perlindungan, kini harus terbaring lemah tak berdaya. Nadira menatap kulit wajah ayahnya yang pucat. Tampak sekali kelelahan menahan sakit yang sewaktu-waktu bisa mengambil nyawanya. Tanpa t

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 4. Mencari Alasan

    “Nadira?” Arjuna tertawa mendengar nama dokter koas itu disebut. Namun sedetik kemudian, tatapan Arjuna kembali tajam. Tatapan mematikan Arjuna yang membuat Sinta sedikit takut saat melihatnya. “Apa kamu mau hancurkan hidup orang lain buat keegoisanmu, Sinta?!” Suara Arjuna terdengar sangat dal

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 3. Ide Konyol

    “Bu-Bu Sinta,” jawab dokter muda cantik itu dengan suara pelan, nyaris tak terdengar. Senyum di wajah Sinta terlihat mengerikan bagi Nadira. Dia memilih menunduk, menghindari tatapan putri pemilik rumah sakit ini. Arjuna melihat ke Nadira sekilas lalu berdiri. “Selesaikan laporannya. Besok pagi

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status