Tatapan Marshel terlihat begitu dalam hingga sulit membedakan emosi apa saja yang tersembunyi di dalamnya.Mendadak dilimpahkan tuduhan sebesar itu, Gladys merasa mual. Dia tentu saja tidak ingin dirugikan.Namun, Gladys baru saja hendak mengatakan sesuatu, Marshel sudah lebih dulu berbalik dan berjalan mendekat. Setelah itu, dia duduk tepat di hadapan Gladys dan memotong ledakan emosi Gladys. "Ayo kita bicara, selesaikan masalah ini dengan baik."Gladys dan Marshel sudah tidak bertemu selama beberapa hari ini. Begitu mereka bertemu lagi, ternyata kembali karena masalah Ingrid. Orang sesibuk Marshel sampai datang sendiri untuk mendukung dan membela Ingrid, hal ini benar-benar menyentuh hati.Marshel mendorong setumpuk kontrak ke arah Gladys, lalu menatap Gladys dan berkata, "Ini kontrak saat tim itu pertama kali dibentuk. Sejak awal, tim ini dibentuk sebagai bagian yang independen. Jadi, kalau sekarang mereka mau keluar dari Prosper, prosedurnya nggak akan begitu rumit dan juga nggak a
Read more