Alya menoleh ke kiri dan ke kanan. Tidak ada siapa-siapa. Segera dia mengambil bunga hancur itu lalu membuka pintu dengan kunci yang ada di tangannya. Dia hanya berharap Rini sudah tidur dan tidak menanyainya lebih lanjut.Kamar itu gelap gulita, dan Alya menggigit bibirnya saat masuk ke dalam dengan pelan. Bunga mawar hancur tergenggam di satu tangannya."Gue pikir lo bakal nginep di perpus sekalian," tegur Rini saat Alya baru saja menutup pintu kamar pelan-pelan.Alya tersentak dan segera memasukkan tangannya yang memegang bunga ke saku jaket. Dia bahkan menekan tangannya ke saku jaket, meremas sisa kelopak mawar hitam yang hancur di sana.“Eh, Rin,” balas Alya sedikit gugup.Alya mengerutkan hidungnya ketika aroma mawar yang tajam dan sedikit bau busuk sempat tercium olehnya. Dia hanya berharap Rini tidak menyadarinya."Enggaklah. Mana boleh maba nginep di perpus," jawab Alya berusaha santai.Rini menyalakan lampu belajarnya lalu duduk di tepi tempat tidur. Satu tangannya menjangk
Last Updated : 2026-06-08 Read more