"Al, lo bengongin gantungan kunci itu lagi?" tegur Rini yang baru saja selesai memakai masker wajah.Alya yang sedang memerhatikan gantungan kunci yang ada di atas meja belajarnya tersentak, lalu cepat-cepat memasukkan benda itu ke dalam sakunya."Enggak, Rin. Gue cuma mikir, gimana cara ketemu Kak Revan lagi." Kilahnya.Sudah tiga hari sejak kejadian di ruangan kosong itu, dan benda ini masih berada di tangannya. Alya merasa tidak tenang. Dia harus mengembalikan benda ini dan mendapatkan penjelasan atas apa yang terjadi.Rini menghela napas panjang, lalu duduk di tepi kasur Alya."Gue udah bilang, kan? Jangan nekat.” Rini meletakkan tangannya di bahu Alya sekilas. “Lo liat sendiri tadi pagi di depan fakultas, pas dia lewat, orang-orang bahkan nggak berani bisik-bisik. Dia itu kayak punya garis pembatas yang nggak kelihatan, Al. Kalau lo maksa masuk, lo bakal celaka."Alya teringat Revan yang datang pagi tadi. Semua mahasiswa tidak berani hanya sekedar menyapanya."Gue cuma mau baliki
Última actualización : 2026-05-17 Leer más