"Kalau kamu terus muter-muter di depan cermin, bajunya bisa ikut pusing." Dante menghentikan langkahnya di depan cermin besar, lalu menoleh ke arah pintu dengan kekehan kecil. Ia melipat lengan kemejanya yang masih menggantung tanggung, menatap Paman Barkie yang sudah bersandar di kusen pintu. "Paman ini memang hobi masuk kamar orang tanpa permisi, ya?" tanya Dante sambil mengaitkan kancing di pergelangan tangannya. Barkie melangkah masuk dengan santai, mengabaikan protes Dante sambil menenteng sekotak kecil berisi dasi. "Lho, pintunya kebuka," jawabnya enteng, lalu menjatuhkan diri di tepi ranjang dengan bunyi pegas yang berderit pelan. Matanya menyapu isi lemari Dante yang didominasi warna hitam, abu-abu, dan putih, membuat Barkie menggelengkan kepala. "Aku penasaran deh. Waktu beli baju, kamu memang sengaja pilih yang warnanya mirip semua atau tokonya cuma jual hitam sama abu-
Baca selengkapnya