Juna langsung menarik "batangan nakal" miliknya keluar dari kehangatan Clarissa secara satset, mengabaikan lenguhan protes dari gadis ningrat yang masih lemas di atas kasur sutra.Pemuda melarat itu menyambar pakaiannya, berlari keluar dari penthouse menuju area parkir bawah untuk memacu motor bebek tuanya dengan kecepatan maksimal membelah malam menuju rumah sakit puskesmas kota.Knalpot motor bebeknya yang cempreng berbunyi bising, beradu dengan detak jantung Juna yang berpacu gila-gilaan menahan cemas.Sesampainya di lorong gedung perawatan, langkah kaki Juna yang berbalut sepatu usang langsung berderit keras di atas lantai keramik rumah sakit. Di depan kamar rawat ibunya, Ners Shinta sudah menunggu dengan raut wajah sangat cemas sambil meremas jemarinya gelisah."Kak Juna! Sumpah, untung Kakak cepat datang ke sini!" seru Ners Shinta panik begitu melihat kedatangan Juna."Aa... anu, Sus Shinta! S-Su-Sumpah, ada masalah darurat apa lagi sama ibu
Read More