Di dalam kamar vila yang temaram itu, udara musim dingin perbukitan mendadak terasa begitu hangat. Tatapan mata Arlo yang pekat menembus langsung ke dasar sanubari Hazel, menyebarkan pendar kehangatan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.Dinding pertahanan emosional yang selama ini didirikan Hazel dengan begitu kokoh perlahan-lahan runtuh tanpa sisa. Rasa takut akan pengkhianatan, trauma kehidupan masa lalu, dan rasa kebas akibat penindasan keluarga tirinya mendadak menguap, digantikan oleh gelombang kepasrahan yang tulus. Hazel rasa, kali ini dia benar-benar takluk. Perjuangan Arlo untuk melindunginya, melindunginya dari kehancuran, hingga membawanya ke rumah kaca tempat kenangan terindahnya berada bukanlah hal yang main-main. Pria ini mempertaruhkan nama besar, pengaruh, dan seluruh perhatiannya hanya demi melihat dirinya kembali bernapas.Akhirnya, Hazel benar-benar berani menaruh hati pada Arlo.Keduanya pun saling bertatapan cukup lama dalam keheningan yang syahdu. Tidak ada su
Read more