Suasana di dalam ruang rapat yang dingin itu kian tegang. John sudah berdiri dengan wajah merah padam, sementara Tom dan Nick dari Bound&SE menggelengkan kepala seraya menutup dokumen di hadapan mereka. Di sudut meja, Luna sibuk mengusap sudut matanya, memasang raut wajah paling prihatin seolah-olah ia adalah korban yang paling merasa bersalah atas "kecerobohan" sang kakak.Namun, di tengah kepanikan dan riuhnya tuduhan yang mengudara, Hazel tidak bergeming. Senyum miring yang terpatri tipis di bibirnya perlahan memudar, berganti dengan raut wajah dingin dan penuh kendali mutlak.Hazel pun mulai bicara, memotong kepanikan sang papa yang hendak melayangkan amukan berikutnya. Suaranya tidak kencang, namun intonasinya begitu jernih, tajam, dan penuh penekanan hingga sanggup membuat seluruh ruangan seketika bungkam."Mohon tenang sebentar," ujar Hazel seraya mengangkat sebelah tangannya. Matanya menatap lurus ke arah Tom dan Nick. Ia mengatakan kepada perwakilan Bound&SE untuk mendengar
Read more